Cerita Kecil di Hari Kurban

oleh -2736 Dilihat

Foto: kilasjatim/tqi

KILASJATIM.COM, Malang – Ia datang menjelang sholat Id (Idul Adha) dimulai. Bersama rombongan kecil ia teriaki seorang laki-laki yang berdiri di seberang jalan.

“He, sampean iku laki-laki kok diam saja. Sini gelarkan karpetnya. Ada orang mau sholat dan bla bla, bla… ” begitu perempuan itu bicara panjang lebar pada laki-laki yang tak dikenal. Sedang laki-laki itu hanya tersenyum sambil menggelar karpet gulung.

Setelah mendapat apa yang diminta. Ia masih saja bicara yang tidak perlu menurut saya. Saya yang diam diatas sajadah, menikmati tetesan air sisa hujan dari pohon jambu, tak sengaja menyimak segala ucapan yang begitu saja sampai pada telinga. Sekalipun saya tahu, seharusnya itu tak boleh terjadi. Tak baik mendengar perkataan orang lain, sebab sholat adalah ibadah personal pada gusti allah.

Usai sholat, saat mengambil sandal perempuan itu ada di samping saya. Dengan acuh ia tinggalkan karpet hijau bergambar masjid. Di jalan saya bertemu Novan, remaja yang juga tetangga saya.

“Nunggu siapa Van? ”

“Tidak ada, nunggu semua pulang. Siapa tahu ada yang perlu dibantu buat ringkes-ringkes, ” jawabnya. Ya, saya sholat di masjid dekat rumah, jadi sebagian jamaah saling kenal.

Sepanjang jalan pulang, saya berfikir. Betapa ingin enaknya sendiri perempuan itu. Ataukah begitu perempuan pada umumnya. Entahlah.

Saya teringat isi ceramah barusan. Diantara, menyampaikan jika hidup butuh pengorbanan. Seperti halnya berkurban, kita harus ikhlas mengeluarkan sebagian harta untuk membeli binatang kurban. Mungkin, laki-laki itu melakukan hal serupa. Ikhlas membantu menyediakan sarana untuk ibadah.

Dan, saya merasa kecil melihat kebesaran hati laki-laki itu, juga Novan. (tqi)

No More Posts Available.

No more pages to load.