Tanggung Utang Rp 2,5 Triliun BPJS Kesehatan Jatim Berharap Kucuran Dana Pemerintah Pusat

oleh

Deputi BPJS Kesehatan Jatim, Handaryo

SURABAYA, kilasjatim.com: – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Jawa Timur, berharap adanya kucuran dana dari pemerintah pusat untuk melunasi utang yang masih tertanggung hingga kini.

Sebagaimana diketahui BPJS Jatim punya tanggungan utang sebesar Rp2,5 triliun. Utang itu tersebar ke 325 rumah sakit di Jatim.

Deputi BPJS Kesehatan Jatim, Handaryo, mengakui jika saat ini BPJS Jatim masih memiliki tanggungan hutang.

“Tanggungan itu jika ditotal cukup besar angkanya mencapai triliun dan nilainya masing masing rumah sakit tidak sama, utang BPJS Kesehatan terhadap RS terus bergerak setiap harinya,” kata Handaryo, Senin ( 7 /10).

Dijelaskan, data terus bergerak, karena ada rumah sakit yang sudah dibayar namun ada juga yang masih dibayar secara bertahap. demikian pula jumlah pasien di rumah sakit yang menggunakan biaya BPJS.

Menurut Handaryo, ada beberapa faktor penyebab banyaknya utang BPJS Kesehatan kepada rumah sakit. Salah satunya karena iuran yang dibayarkan oleh peserta BPJS Kesehatan, tidak mencukupi untuk menutup fasilitas yang diberikan kepada rumah sakit.

“Selain itu juga ada masyarakat baru daftar BPJS saat sakit. Sementara yang sudah terdaftar, aktif membayar iuran saat sakit saja, tapi kalau sudah sembuh mereka kembali tidak membayar iuran,” urainya seraya menambahkan, BPJS Kesehatan butuh dukungan pemerintah daerah untuk menangani utang tersebut. Karena jika tanggungan utang sudah jatuh tempo, dan tidak segera dilunasi, dikhawatirkan membuat beberapa rumah sakit tidak memperpanjang perjanjian kerja sama (PKS) dengan BPJS Kesehatan.

“Tentu ini akan merugikan masyarakat. Semoga segera ada kucuran dana dari pemerintah pusat untuk melunasi tanggungan utang BPJS Kesehatan ke RS,” papar Handaryo. (kj4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *