Permintaan Melemah, Penjualan Semen Indonesia Alami Penurunan 9, 4 Persen

oleh

SVP of SMO & Communication Semen Indonesia, Ami Tantri didampingi Kepala Departeman Komunikasi Perusahaan Sigit Wahono dan Ketua PWI Jawa Timur Ainur Rohim di acara buka bersama   #Membangun Ketakwaan dengan mengajak buka puasa bersama jurnalis Jawa Timur dan memberikan bingkisan lebaran kepada 100 orang yang terdiri dari pengemudi becak, juru parkir, petugas kebersihan dan taman di Graha Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Jumat (31/5).

 

SURABAYA, kilasjatim.com:-
Semen Indonesia menyampaikan kinerja penjualan Jawa Timur sepanjang Januari-April 2019 mencapai 2,14 juta ton atau turun 9.4% dibanding periode yang sama tahun 2018 sebesar 2,36 juta ton. Penurunan penjualan Semen Indonesia lebih besar dibandingkan penurunan penjualan secara umum.

Dari data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), penjualan semen di Jawa Timur tercatat sebesar 2,74 juta ton atau
mengalami perlambatan 6.3% dibandingkan periode yang sama di tahun 2018 sebesar 2,93 juta ton.

“Secara umum penjualan  turun 6,3 persen tapi kita turun 9,4 persen menjadi sekitar 2,1 juta ton,” kata Kepala Departeman Komunikasi Perusahaan Sigit Wahono seraya menambahkan, penurunan penjualan Semen Indonesia di Jawa Timur disebabkan karena permintaan semen yang melemah pasca penyelesaian beberapa proyek infrastruktur serta adanya pesta demokrasi, musim hujan dan mendekati bulan puasa sehingga pelaksanaan proyek oleh pemerintah dan swasta masih lambat atau belum dimulai.

“Selain itu, pasar semen domestik di Jawa Timur semakin kompetitif dengan hadirnya beberapa pemain baru di pasar. Meski demikian Perseroan optimis kinerja penjualan bisa jauh lebih baik di semester II, dikarenakan proyek-proyek infrastruktur yang sempat tertunda akan dilanjutkan di sisa tahun 2019,” imbuh Sigit dalam kesempatan buka bersam