Penerapan Teknologi 4.0 Tingkatkan Produktivitas Pertanian

oleh
Penerapan teknologi drone untuk pertanian/pixabay.

KILASJATIM.COM, Surabaya – Penerapan teknologi 4.0 di sektor pertanian akan mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian dengan lebih efisien dan efektif.

Selama 2014-2018, yaitu total nilai ekspor produk pertanian kita mencapai Rp 1.957,5 tirliun dengan akumulasi tambahan mencapai Rp 352,58 triliun. Akumulasi tersebut angkanya juga sangat bagus, yakni mencapai 109,8 persen dari nilai ekspor tahun 2013 yang hanya sebesar Rp 320,9 triliun.

Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono, Senin 14 Oktober 2019 mengatakan, komposisi ekspor produk pertanian Indonesia saat ini masih didominasi oleh komoditas perkebunan, yang mencapai 91,4 persen dari total nilai ekspor produk pertanian Indonesia.

Dengan demikian, kinerja ekspor produk pertanian Indonesia sangat ditentukan oleh kinerja produksi perkebunan saat ini. Sebagai negara agraris yang sebagian besar penduduknya bekerja dibidang pertanian dengan kontribusi terhadap PDB terbesar ke-3 setelah sektor manufaktur dan perdagangan (BPS 2019), Indonesia sudah saatnya melakukan revolusi industri 4.0 pada sektor pertanian khususnya sub sektor perkebunan.

BACA JUGA: Gus Ipul: Pertanian Organik Bisa Jadi Basis Desa Wisata

“Sektor pertanian juga perlu beradaptasi dengan teknologi 4.0 untuk menjawab tantangan ke depan. Pasalnya, pertanian tak mungkin bisa mencukupi kebutuhan penduduk yang terus bertambah tanpa teknologi,” jelas Kasdi.

Hal ini Kementan lakukan sebagai arahan dari Presiden Jokowi, agar memanfaatkan teknologi 4.0 pada sektor-sektor strategis.

“Ada lima teknologi utama yang menopang implementasi Industri 4.0, yaitu: Internet of Things, Artificial Intelligence, Human-Machine Interface, teknologi robotic dan sensor, serta big data. Kesemuanya itu mentransformasi cara manusia berinteraksi hingga pada level yang paling mendasar, juga diarahkan untuk efisiensi dan daya saing industri khususnya di sub sektor perkebunan,” tutur Kasdi.

Kasdi sangat optimis melalui implementasi Industri 4.0 disektor pertanian, diharapkan proses usahatani menjadi semakin efisien, sehingga terjadi efisiensi, peningkatan produktivitas, dan daya saing. Dalam mendukung revolusi industri 4.0, sub sektor perkebunan yang akan datang sedang bereksperimen dengan model dan inovasi bisnis baru, yaitu: pertanian ri 4.0presisi, pertanian vertikal, pertanian pintar (smart farming).

BACA JUGA: Anggota Kodim Gresik Gelar Praktik Budidaya Pertanian Di Buncop PG

Data besar, sensor dan drone, alat analisis, “internet pertanian” dan otomatisasi alsintan adalah beberapa teknologi yang mendukung industri 4.0. Hal tersebut melengkapi dan mengembangkan praktek pertanian modern yang selama ini sudah dijalankan termasuk dalam pemanfaatan irigasi, pengolahan lahan, penggunaan pupuk dan pestisida, pengembangan varietas tanaman baru, pengolahan pasca panen, hingga pemasaran.

Kementan melalui Ditjenbun tengah memacu peningkatan produksi komoditas perkebunan guna mengembalikan kembalikan kejayaan komoditas bernilai ekonomis tinggi di pasar dunia dan kesejahteraan petani dengan meluncurkan program BUN500. Program ini menyediakan benih bermutu tanaman perkebunan. (kominfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *