Dirjen Hortikultura Tinjau Stok Bibit Bawang Putih di Puspa Agro, Kikis Ketergantungan Impor

oleh

Direktur Utama PT Puspa Agro, Abdullah Muchibuddin (kiri) saat mendampingi Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan), Prihasto Setyanto (mengenakan jas) saat meninjau ke gudang pembibitan bawang putih di Puspa Agro,  Kamis (15/8/2019) 

SIDOARJO, kilasjatim.com: – Manajemen PT Puspa Agro mulai menunjukkan kontribusinya dalam mendukung upaya pemerintah Provinsi Jatim untuk swasembada bawang putih, dan sekaligus mengikis ketergantungan impor komoditas itu secara nasional.

Kontribusi konkret itu dibuktikan dengan pengadaan bibit/benih bawang putih, yang hingga akhir tahun 2019 ini diproyeksi mencapai 780 ton.

Kesiapan Puspa Agro mendukung program swasembada bawang putih ini menarik perhatian Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan), Prihasto Setyanto. Pada Kamis (15/8/2019) petinggi Kementan ini meninjau beberapa ruang penyimpanan bibit bawang putih produksi Puspa Agro.

Terhitung sejak awal Mei lalu, Puspa Agro kini memiliki stok sekitar 180 ton benih bawang putih jenis lumbu hijau. Stok sebanyak itu disimpan di ruang pendingin di zona cold storage di kawasan Puspa Agro. Jumlah stok bibit bawang putih itu, menurut Direktur Utama PT Puspa Agro, Abdullah Muchibuddin, akan terus bertambah sesuai dengan budi daya di lahan yang dikembangkan Puspa Agro.

Dirut PT Puspa Agro, Abdullah Muchibuddin, mengatakan proses pengadaan bibit bawang putih dilakukan melalui kerja sama dengan para petani di Jatim yang terhimpun dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Puspa Agro, akan terus mengembangkan produksi bibit bawang putih ini. Selain membantu para petani untuk melakukan budi daya, ke depan diharapkan memberikan kontribusi lebih optimal dalam upaya swasembada bawang putih di jatim.

Sementara itu, Anton, sapaan akrab Dirjen Prihasto Setyanto, saat bertandang ke Puspa Agro tidak hanya memasuki beberapa ruang penyimpanan bibit bawang putih. Pria asal Sumenep ini juga meneliti isi beberapa karung bawang putih. Bakan ia sempat mengambil beberapa biji bibit bawang putih, lalu mengupasnya untuk menguji kualitasnya. Pria tegap ini juga memberikan banyak masukan agar ke depan pengadaan bibit bawang putih tetap memperhatikan kualitas.

“Kalau bibitnya bagus kualitasnya, budi dayanya in sya Allah juga bagus. Karena itu, tolong masalah kualitas bibit terus dipantau dari waktu ke waktu,” tandas Anton. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *