Ciptakan 10 Ribu Pahlawan Pertolongan Pertama

oleh


Malang, Kilasjatim.com: Bencana bukan hanya bencana alam. Teman jatuh atau keiris pisau pun bagian dari bencana itu sendiri. Menciptakan anak tanggap bencana Hansaplast, produk pertolongan pertama menggelar program Petualangan Anak Siaga Hansaplast di Kusuma Agrowisata, Batu Sabtu (27/4).

Marketing Manager Hansaplast, Setiawan Saputra menyampaikan, program tersebut bagian dari program Anak Siaga Hansaplast yang diawali sejak 2015 lalu. Dimana anak-anak dilatih mengenali macam-macqm bencana dari gempa bumi, banjir dan gunung meletus. Begitu pula cara menyikapi jika terjadi bencana sekaligus cara mengatasi bila terjadi luka.
“Bagi kalian yang tinggal di Malang, pasti merasa baik-baik saja jauh dari banjir, tsunami atau gunung meletus. Tapi bagi yang tinggal di luar pulau jawa rasanya wajib belajar.

Namun, anak-anak disini tetap kami ajarkan bagaimana menggenali bencana, berikut cara mengatasi luka setidaknya untuk dirinya sendiri, keluarga dan teman sekitar,” katanya di sela kegiatan berlangsung.

Dalam pelatian tanggap bencana dan pertolongan pertama ini, Hansaplast bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), sebagai pihak yang selalu terjun dalam berbagai macam kejadian. Camp pelatian ini melibatkan 250 siswa dari 50 sekolah di Kabupaten dan Kota Malang. Sebelumnya kegiatan serupa digelar di Jakarta, total ada 500 siswa yang mengikuti pelatian serupa.
Selama pelatian anak diajak belajar sambil bermain, berdasarkan buku seri Anak Siaga Bencana, Pertolongan Pertama, Apa Itu Luka dan Siaga Bencana. Selain itu, juga digelar nobar (nonton bareng) film seputar bencana alam dan cara mengatasi luka, life musik, jumpa fans dengan Kampten Kesebelasan Arema FC, Hamka Hamzah cs, api unggun dan jelajah alam di kawasan hutan pinus.

Melalui pelatian ini ia berharap, siswa yang terlibat dapat menularkan ilmunya kepada teman di sekolah maupun di rumah. Agar program tidak berhenti, pihaknya menjadwalkan kunjungan selama empat kali pertemuan, setiap pertemuan melibatkan 50 siswa di masing-masing sekolah. Dengan begitu ada 10 ribu siswa yang paham bagaimana cara melakukan pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan.

“Sudah komitmen kami memberi edukasi pertolongan pertama.pada masyarakat, termasuk anak-anak. Dan kami selalu mendukung mereka untuk jadi pahlawan pertolongan pertama dengan membantu sesama,” terangnya.

Sementara Pengurus PMI Pusat, Ketua Bidang PMR dan Relawan PMI, Muhammad Muas, menyampaikan tahun sebelumnya pelatian dilakukan dengan mendatangi sekolah. Kali ini pelatian dilakukan dalam camp selama dua hari, agar anak lebih nyaman belajar di alam terbuka. Selain dapat bersosialisasi dengan teman diluar sekolah. Dengan begitu jiwa sosial, membantu sesama lebih tertanam sampai mereka remaja dan dewasa kelak.

Salah seorang peserta dari MIN 1 Malang, Kirana Rafa dan Frestry, mengaku sangat senang mengikuti camp tersebut. “Seneng banget, acaranya asik, dapat ilmu dapat teman baru pokoknya bermanfaat. Mau lagi kalau ada,” ungkapnya. Kj5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *