Aprindo Jatim Optimis Momen Lebaran 2018 Target Penjualan Rp 1,7 triliun Tercapai

oleh

 

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Timur, April Wahyu Widati bersama Abraham Ibnu Koordinator  Wilayah Timur Aprindo Pusat meninjau kesiapan menjelang lebaran di salah satu Hypermart di Surabaya.

 

SURABAYA, kilasjatim.com: Ketua
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Timur, April Wahyu Widati berharap momen lebaran tahun 2018 bisa berkontribusi pada pertumbuhan ritel sebesar 13-15 persen.

Hal ini dikarenakan ada strategi khusus yang diberikan kepada customer seperti dengan memberikan potongan harga yang besar kepada customer,  sebagai satu di antara strategi untuk menunjang pendapatan ritel. Sebab, sekitar 28-30 persen sales setahun ritel berasal dari momen lebaran. untuk

“Penjualan sempat pengalami penurunan secara drastis akibat teror bom di pertengahan Mei 2018, namun kondisi tersebut sudah normal. Bahkan di akhir bulan Mei kemarin penjualan ritel modern telah mengalami kenaikan sebesar 30 persen dibanding tahun lalu pada bulan yang sama.

“Momen lebaran ini yang membuat kami optimistis target penjualan sebesar Rp 1,7 triliun di bulan Juni ini bakal tercapai,” ujar April di Surabaya, Senin (11/6/2018).

Optimisme tersebut juga dipicu adanya pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi seluruh pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pensiunan.

“Setidaknya dari pencairan THR tersebut sekitar 50 persennya dibelanjakan untuk kepentingan lebaran. untuk menarik minat konsumen berbelanja kami juga harus dipikirkan, masa berbelanja, kami menyiapkan strategi yang cukup menjanjikan yakni dengan pemberian diskon dan lain lain. Selain itu kami juga mengusung konsep ritel speciality store yang diharapkan mampu menggenjot pertumbuhan ritel tahun ini dan ke depannya target bisa tercapai,” jelas April.

Sementara itu Koordinator Wilayah Timur Aprindo Pusat, Abraham Ibnu menambahkan, lebaran memang menjadi satu-satunya momen terbesar untuk bisa mengerek penjualan. Jika pada bulan normal target penjualan pada tahun inj dipatok sebesar Rp 1 triliun per bulan, maka mulai bulan Mei target naik menjadi Rp 1,4 triliun per bulan dan di Juni menjadi Rp 1,7 triliun per bulan.

“Target penjualan ritel di seluruh Jatim pada tahun ini mencapai sebesar Rp 17 triliun per tahun. Harapan kami, dengan pulihnya kondisi pasar usai kejadian bom dan adanya THR ini bisa mendongkrak pendapatan ritel sehingga bisa mencapai target,” papar Abraham Ibnu. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *