Apartemen Darmo Hill 7 Tower Ramaikan Kawasan Surabaya Barat

oleh

SURABAYA,kilasjatim.com: –
PT Lamicitra Nusantara Tbk melalui anak usaha PT Dharma Bhakti Adijaya, secara resmi memulai pembangunan (ground breaking) Darmo Hill Apartment di Surabaya Barat,di kawasan Jalan Mayjen Sungkono Surabaya.

Rencanamya apartemen ini akan dibangun sebanyak 7 Tower dengan estimasi pengerjaan sekitar 5 tahun. Sedangkan perseroan menyiapkan investasi sebesar Rp 600 miliar untuk pembangunan tower Rosewood dan total senilai Rp 4 triliun untuk keseluruhan proyek Darmo Hill Apartment.

Chairman PT Lamicitra Nusantara Tbk, Lasmono Kartika mengatakan, Darmo Hill Apartment terdiri dari 2.000 unit yang mencakup tujuh tower dan dikembangkan di atas lahan seluas 3 hektar.

“Menara pertama yang dibangun adalah Rosewood dengan jumlah 330 unit. Konstruksi Rosewood ini akan berlangsung selama 29 bulan atau selesai pada Desember 2020,” kata Laksmono dalam sambutannya di acara Ground Breaking Ceremony Darmo Hill Apartment di lokasi proyek, Sabtu (17/11/2018).

Pada saat yang sama President Director PT Dharma Bhakti Adijaya, Prasetyo Kartika  menjelaskan pada tower Rosewood, akan dibangun 6 tipe premium mulai tipe 36-144 meter persegi. Untuk apartemennya dibangun secara multiplayer dan merupakan hunian strata title

Darmo Hills Apertement, dibangun secara khusus untuk residensial (privat living)) dan segmen yang dibidik kalangan ekspatriat. Konsep ini memang digemari investor asing.

Kompleks apartemen Darmo Hill dirancang oleh konsultan arsitek ternama yang berafiliasi dengan Australia yakni PTI Architects. Apartemen ini, menurut Prinsipal PTI Architects Doddy A Tjahjadi, akan dilengkapi dengan dua level ritel gaya hidup (lifestyle retail), dan berbagai fasilitas penunjang yang bersifat amenitas.

Harga perdana yang ditawarkan mulai Rp 1 miliar hingga Rp 3,5 miliar per unit yang terbagi dalam tipe 1 bedroom, 2 bedroom. 3 bedroom serta 3 + 1 bedroom.

“Saat ini penjualan Rosewood mencapai 10 persen, dan sampai akhir tahun nanti, kami menargetkan penjualan bisa mencapai 30 persen. Dimana kami estimasikan 30 persen unit bakal disaring oleh repeat buyer kami. Selebihnya, 70 persen oleh new buyer (pembeli baru),” imbuhnya.

Tingginya permintaan untuk menara pertama ini, memotivasi perseroan untuk melansir menara kedua. Namun demikian perseroan masih melihat perkembangan penjualan dari menara hingga 50 persen dan selanjutnya membangun menara ke dua. (kj2)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *