Temu Usaha Tani dan Pembentukan Koperasi Pemuda Tani Dorong Shelter Pangan Mandiri di Bondowoso

oleh -786 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Upaya memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan daerah terus digencarkan melalui kegiatan Temu Usaha Tani dan Pembentukan Koperasi Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Bondowoso. Kegiatan ini mengusung tema “Pengembangan Shelter Pangan Mandiri Berbasis Koperasi Pemuda Tani sebagai Pendamping Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)”. Selasa (16/12/2025).

Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi menyambut baik inisiatif Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Tani Indonesia Bondowoso dalam membangun koperasi dan shelter pangan mandiri. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberdayakan generasi muda di sektor pertanian.

Sekda menegaskan bahwa koperasi merupakan strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian lokal. Melalui kelembagaan yang kuat, hasil produksi tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi dapat dikelola secara terencana, terukur, dan berkelanjutan sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani.

Lebih lanjut, Sekda berharap koperasi pemuda tani mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan keterlibatan pemuda tani, ketersediaan bahan pangan yang digunakan dalam program tersebut dapat terjamin sehat, berkualitas, dan murni berasal dari hasil produksi masyarakat Bondowoso sendiri.

“Ini bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga tentang kemandirian pangan dan keberpihakan kepada petani lokal,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Bondowoso, Kapriyanto menyampaikan bahwa para pemuda tani berkumpul dengan semangat yang sama, yakni ingin membangun pertanian Bondowoso agar lebih berdaya dan bernilai tambah. Menurutnya, hasil pertanian tidak seharusnya dijual begitu saja, melainkan perlu melalui proses identifikasi, pengelolaan, dan pengembangan yang berkelanjutan.

Baca Juga :  ‘Kades Reborn’ Segera Dikukuhkan, Pemkab Bondowoso Lakukan Verifikasi

Ia menegaskan bahwa pembentukan koperasi dan shelter pangan mandiri merupakan langkah strategis untuk keluar dari persoalan klasik pertanian, seperti harga panen yang fluktuatif, ketergantungan pada tengkulak, serta keterbatasan akses modal.

“Dengan koperasi dan shelter pangan, pemuda tani tidak lagi bergantung pada pasar luar daerah maupun tengkulak. Kami mampu mengatur pasokan pangan lokal. Artinya, pemuda tani tidak hanya sebagai produsen, tetapi juga penjaga ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa koperasi menjadi pintu masuk resmi bagi pemuda tani untuk mengakses pasar besar dan berbagai program strategis negara yang tidak dapat dijangkau secara individu. Mulai dari keterlibatan dalam Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), pengadaan pangan pemerintah, hingga akses pendanaan melalui CSR, hibah, Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan dana bergulir.(wan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.