KILASJATIM.COM, Surabaya – Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM, CMA, CPA, yang juga Ketua Perkumpulan Perguruan Tinggi Nasionalis Indonesia (Pertinesia), menyatakan duka cita mendalam atas tragedi yang menimpa salah satu dosen Untag Semarang. Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut menjadi luka kolektif keluarga besar Untag di seluruh Indonesia. “Di mana pun lokasinya, setiap dosen dan tenaga pendidik yang berada di bawah nama besar Untag adalah bagian dari keluarga besar kami. Tragedi ini menjadi luka bersama,” ujarnya.
Prof Nugroho menekankan bahwa meskipun pengelolaan yayasan di enam kampus Untag berbeda, seluruhnya tetap memiliki satu nafas perjuangan yang sama, yakni membangun pendidikan nasionalis yang humanis, beretika, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Sebagai Ketua Pertinesia, ia mendorong seluruh pihak menghormati proses penanganan yang tengah berjalan dan berharap penyelesaian dilakukan secara profesional serta berkeadilan. “Kami percaya bahwa setiap langkah penyelesaian harus mengedepankan transparansi, kebenaran, dan perlindungan terhadap martabat almarhumah serta keluarganya. Kami mendoakan agar keluarga diberi ketabahan dan Untag Semarang diberi kekuatan melalui masa sulit ini,” katanya.
Prof Nugroho juga mengajak seluruh perguruan tinggi nasionalis menjadikan tragedi ini sebagai pengingat pentingnya menjaga keamanan, kesejahteraan, dan kehormatan tenaga pendidik sebagai pilar kemajuan bangsa. “Semoga peristiwa ini menguatkan komitmen kita dalam membangun lingkungan akademik yang saling melindungi, saling menghargai, dan saling menguatkan,” tutup Rektor.(tok)









