Rayakan Ultah 27Th PT PJB Umumkan Ganti Nama Jadi PT PLN Nusantara Power

oleh -1148 Dilihat

PJB umumkan penggantian nama dan Logo menjadi PT PLN Nusantara Power (PLN NP) saat merayakan hari jadinya ke 27 di Dyandra Convention Hall Senin (3/10/2022) 

KILASJATIM. COM, Surabaya – Momen perayaan ulang tahun ke-27 PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) sekaligus mengumumkan penggantian nama perusahaan sekaligus meluncurkan logo PT PLN Nusantara Power (PLN NP) bertempat Dyandra Convention Center, Surabaya, Senin (3/10/2022) .

Perubahan nama dan logo perusahaan ini merupakan perubahan perusahaan menjadi subholding PLN yang telah diumumkan pada 21 September lalu oleh Menteri BUMN, Erick Thohir.

Ruly Firmansyah, Direktur Utama PLN NP menyambut baik perubahan organisasi ini. Menurutnya PLN NP yang menerima penugasan ini akan memaksimalkan kompetensi dan skill yang dipunyai sebagai perusahaan pembangkitan.

“PLN Nusantara Power mengambil peran penting dalam Subholding PLN. Dengan adanya Holding Subholding, maka aset-aset pembangkitan PLN yang tadinya tersebar di seluruh wilayah akan dikonsolidasikan. PLN NP akan mengelola unit pembangkit yang lebih banyak, sesuai dengan core compentency kami yang telah terbukti”, ucap Ruly.

Melalui surat dari Kementerian BUMN nomor SR590/MBU/0912022 tanggal 20 September 2022, perubahaan PT PJB yang semula adalah anak perusahaan PT PLN (Persero) berubah menjadi subholding PLN Nusantara Power sebagai Generation Company 1 (Genco 1). Ke depannya, PLN NP tetap akan berjalan di bidang pembangkitan.

Ruly menegaskan pembentukan subholding akan menjadi momentum bagi perusahaan untuk menegaskan kompetensinya di bidang pembangkitan, apalagi konsolidasi aset pembangkitan yang membentuk 2 Subholding GenCo (PLN Nusantara Power dan PLN Indonesia Power) akan menjadi Generation Company terbesar se-Asia Tenggara.

Sementara itu, E. Haryadi , Komisaris Utama PLN Nusantara Power membenarkan pembentukan Holding dan Subholding ini. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan mendapatkan dampak positif bagi upaya Indonesia untuk mengambil bagian pada rantai pasok global di tengah momentum transisi energi saat ini.

Baca Juga :  Dua Aplikasi PJB Berjaya Di Ajang Internasional, Raih Penghargaan Bergengsi

“Melalui mekanisme holding dan subholding ini PLN dan PLN NP akan berfokus pada pengkonsolidasian serta optimalisasi aset yang akan membentuk ekosistem industri hijau yang kuat ke depan’, ujar E. Haryadi.

Dengan adanya Holding Subholding, aset-aset pembangkitan PLN yang tadinya tersebar kini akan dikonsolidasikan. Proses bisnis pengelolaan pembangkitan disederhanakan. Utilisasi aset yang tadinya belum maksimal, akan makin dioptimalkan. PLN NP akan menjadi perusahaan pembangkit terbesar se-Asia tenggara dengan jumlah GW yang dikelola mencapai 23.5 GW. (kj2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.