Gubernur Khofifah Serahkan Penghargaan Kovablik dan Evaluasi SAKIP 2019  

oleh
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyerahkan penghargaan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) tingkat Provinsi Jawa Timur dan Evaluasi SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) 2019.

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyerahkan penghargaan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) tingkat Provinsi Jawa Timur dan Evaluasi SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) 2019. Penghargaan diserahkan Gubernur pada Kepala OPD dan Bupati/Wali Kota di Hotel Bumi Surabaya, Selasa (3/12).

Khofifah menyampaikan, bahwa pada dasarnya banyak inovasi yang dilakukan oleh masing-masing OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Tujuannya inovasi-inovasi tersebut adalah agar masyarakat dapat merasakan kecepatan layanan dan efektifitas dan efisiensi di setiap layanan.

Namun ia menegaskan, bahwa tidak cukup hanya dengan inovasi tetapi juga harus dengan teknologi. “Seperti kata Presiden Republik Indonesia dalam pidato hari ulang tahun PUPR bahwa bagaimana harus ada kebersambungan antara program dari pusat provinsi sampai ke daerah,” jelasnya.

Misalnya, kata dia, evaluasi SAKIP ataupun evaluasi dari inovasi layanan publik tetap semuanya harus membangun sinergitas baik vertikal maupun horizontal.

BACA JUGA: Bupati Pasuruan Beri Penghargaan Kepada OPD Dan Unit Kerja Terbaik

Dari hasil evaluasi implementasi penyelenggaraan SAKIP dan hasil penilaian atas penyelenggaraan Kovablik 2019 di Jawa Timur, Pemprov Jatim dipercaya oleh Kementrian PAN dan RB untuk mengevaluasi 26 dari 38 kabupaten kota di Jawa Timur. Dari hasil implementasi SAKIP untuk OPD di lingkungan Provinsi Jawa Timur terdapat dua OPD yang mendapatkan nilai terbaik kategori AA dengan predikat sangat memuaskan.

Penghargaan tersebut diraih yang pertama oleh UPD Dinas Kelautan dan Perikanan dan yang kedua diraih oleh UPD Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur. Total kategori AA ada 45 UPD dan kategori BB dengan predikat peranan baik ada 7 UPD.

Sampai hari ini di Jatim juga ada 10 unit pelayaan yang masuk evaluasi akhir zona WBK atau wilayah bebas korupsi pada kopetisi inovasi pelayanan publik lingkungan Jawa Timur maupun kab/kota. Dan yang mendapatkan nilai terbaik di antara top 25 adalah Samsat Srikandi Pelayanan Publik Responsif Gender, Kejari Ceria yang merupakan pelayanan publik pemberdayaan masyarakat, dan Permata Madu yang merupakan layanan publik unit pemeriksaan mata.

Dalam penilaian SAKIP, Dinas Komunikasi dan Informatika Jatim juga meraih penghargaan dengan nilai A atau memuaskan. Penghargaan diserahkan Khofifah pada Kadis Kominfo Jatim, Ardo Sahak. (kominfo/kj6)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *