Dirut PLN : Pembangunan PLTS Terapung Cirata Hampir Tuntas, Menjadi yang Terbesar di Asia Tenggara

oleh -584 Dilihat

Dari kanan ke kiri: Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Adi Lumakso, Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Managing Director Masdar Asia Pacific, Sujit S. Parhar, Direktur Utama PLN Nusantara Renewables, Amir Faisal saat melepaskan solar panel terakhir yang akan digunakan untuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung Cirata, di Purwakarta, Jawa Barat.  (kilasjatim.com/dok)

KILASJATIM. COM, Purwakarta – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung Cirata berkapasitas 192 megawatt peak (MWp), di Purwakarta, Jawa Barat  ini hampir tuntas dan segera siap diresmikan. Pada Kamis (8/9)  Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo meninjau langsung ke lokasi PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara tersebut.

“Saya ingin memastikan kesiapan PLTS terapung Cirata untuk dapat dioperasikan. Saat ini kami sedang melakukan berbagai uji coba dan memastikan listrik dari PLTS ini bisa terdistribusi dengan baik. Kami optimis akhir Oktober 2023, sekaligus memperingati Hari Listrik Nasional, PLTS ini bisa diresmikan,” ucap Darmawan.

Dijelaskan, PLTS terapung Cirata merupakan hasil kolaborasi antara subholding PLN Nusantara Power dengan perusahaan energi asal Uni Emirat Arab (UEA), Masdar. Lewat kolaborasi, proyek ini mampu menyerap lebih dari 1.400 tenaga kerja lokal. Dengan menerapkan teknologi yang canggih, PLTS ini juga turut melahirkan kompetensi baru bagi PLN.

“Tadi saya bertemu dengan beberapa personel, lulusan universitas terbaik negeri ini. Saya tanya setahun yang lalu apakah mereka paham bagaimana membangun dan mengoperasikan PLTS terapung ini? _They nothing know about this._ Banyak sekali tantangan yang harus diselesaikan. Namun tantangan tersebut, berhasil kami petakan, dan kami cari jalan keluarnya. Tantangan tersebut ternyata membuat kami semakin kuat,” jelasnya.

Baca Juga :  Cegah Korupsi, PGN Perluas Ruang Lingkup Sistem Manajemen Anti Penyuapan

PLTS terapung ini terletak di atas Waduk Cirata, Bandung Barat, Jawa Barat. Terbentang di area seluas 200 hektar yang terbangun dalam 13 blok dengan lebih dari 340 ribu solar panel, PLTS ini mampu memproduksi 245 juta kWh energi bersih per tahun dan mampu melistriki setara lebih dari 50 ribu rumah, serta akan menekan emisi karbon lebih dari 200 ribu ton per tahun.

Dengan nilai investasi mencapai Rp 1,7 triliun, proyek ini mampu menghasilkan pengembalian investasi yang menarik, meningkatkan kepercayaan investor serta sekaligus menjawab tantangan energi bersih.

“Ini juga menjadi bukti bahwa PLN mampu menghadirkan skema kerja sama investasi yang menarik sehingga berhasil mendorong minat investor untuk mengembangkan proyek energi terbarukan di wilayah lain,” tambah Darmawan seraya memastikan PLN akan terus mengembangkan pembangkit listrik yang berbasis energi bersih. Dengan potensi energi bersih mencapai 360 GW, PLN membuka ruang kerja sama investasi untuk pengembangan energi bersih di Tanah Air dalam mewujudkan target _Net Zero Emissions_ (NZE) tahun 2060.

Pada kesempatan tersebut, Darmawan juga meluncurkan penggunaan perahu listrik bernama Nusantara e-Boat. Perahu listrik tersebut digunakan sebagai kendaraan operasional petugas PLTS terapung Cirata. (nov)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.