Khofifah Terima Fatima Al-Fihriya Award 2026 atas Kiprah Pemberdayaan Perempuan

oleh -28 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Fatima Al-Fihriya Award 2026 atas kontribusinya dalam kepemimpinan perempuan dan pemberdayaan sosial. Penghargaan tersebut diserahkan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Penghargaan edisi keenam ini diberikan kepada tokoh perempuan yang memiliki kontribusi nyata di bidang pendidikan, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Penganugerahan tersebut merupakan hasil kolaborasi Asosiasi Profesor Muslimat NU, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Programme MED 21, Association de Soutien au Programme MED 21, dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Selain Khofifah, penghargaan juga diberikan kepada empat tokoh perempuan dari Indonesia dan sejumlah negara. Mereka adalah Sinta Nuriyah Wahid, mantan Ibu Negara periode 1999–2001 sekaligus anggota Wantimpres, mantan Presiden Singapura Halimah Yacob, Bassima Hakkaoui dari Maroko, serta Neziha Labidi dari Tunisia.

Khofifah mengatakan penghargaan tersebut didedikasikan kepada perempuan Jawa Timur dan Indonesia, kader Muslimat NU, organisasi perempuan lainnya, serta para relawan sosial yang selama ini mengabdikan diri kepada masyarakat.

“Saya bersyukur dan merasa terhormat atas penghargaan yang dianugerahkan kepada saya. Kehormatan ini saya dedikasikan kepada para perempuan Jawa Timur dan Indonesia, kader Muslimat NU, kader organisasi wanita lainnya juga para relawan sosial,” kata Khofifah dalam keterangannya, Minggu, 8/11/2026.

Menurut Khofifah, penghargaan tersebut mengingatkan pentingnya keteladanan Fatima al-Fihriya, perempuan yang lebih dari 1.000 tahun lalu mewakafkan hartanya untuk mendirikan Masjid al-Qarawiyyin di Fez, Maroko. Tempat tersebut kemudian berkembang menjadi pusat keilmuan dan salah satu universitas tertua di dunia.

Khofifah menilai kisah tersebut menunjukkan bahwa kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan nyata dapat memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.

Dia juga menekankan bahwa kepemimpinan perempuan harus mampu membuka akses pendidikan, mendorong kemandirian ekonomi, dan memperluas keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan.

Baca Juga :  HPN 2020, PWI Jatim Berikan Penghargaan dan Tali Asih Kepada Wartawan Senior  

Di Jawa Timur, salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program Kewirausahaan Inklusif Produktif Perempuan Tangguh Mandiri Jawa Timur Sejahtera (KIP Putri Jawara). Program ini memberikan dukungan modal usaha bagi perempuan dengan keterbatasan ekonomi, termasuk perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga.

Khofifah menegaskan pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan. Perempuan juga harus dilibatkan sejak tahap perencanaan agar kebijakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dia turut mendorong kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat untuk memperluas jangkauan program pemberdayaan.

Sementara itu, perwakilan Forum Azzahra for Moroccan Women sekaligus Ketua Asosiasi Program Mediterania 21 dari Tunisia, Muhammad Al Arabi bin Athiyyah, mengapresiasi dukungan Khofifah dalam penyelenggaraan penghargaan tersebut di Indonesia.

Dia berharap Fatima Al-Fihriya Award dapat mendorong lebih banyak perempuan berkontribusi dalam pendidikan dan kemanusiaan.

Adapun Sinta Nuriyah Wahid menerima penghargaan atas advokasi kemanusiaan dan kesetaraan gender. Halimah Yacob atas kiprahnya dalam kepemimpinan perempuan dan keadilan sosial.

Bassima Hakkaoui mendapat penghargaan atas kontribusinya dalam pemberdayaan perempuan dan kebijakan sosial, sedangkan Neziha Labidi atas pengabdiannya terhadap hak perempuan dan anak serta pembangunan keluarga. (Fri)