Buka Cath Lab, RS Ubaya Tangani Serangan Jantung Hingga Stroke

oleh -33 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Rumah Sakit (RS) Ubaya Surabaya mengoperasikan layanan Catheterization Laboratory (Cath Lab) selama 24 jam untuk menangani penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah. Fasilitas ini berkapasitas lima hingga 10 tindakan per hari dengan biaya mulai Rp40 juta, bergantung pada jenis dan kompleksitas tindakan.

Direktur RS Ubaya, dr. Wenny Retno Sari Lestari, MMRS, FISQua, CHAE, CHMEE, CHCEE, mengatakan, layanan Cath Lab saat ini melayani pasien umum, asuransi, dan perusahaan. Sementara kerja sama dengan BPJS Kesehatan masih dalam tahap persiapan. “Range-nya kita mulai dari Rp40-an juta, tergantung casenya,” kata Wenny.

Cath Lab RS Ubaya menggunakan teknologi angiografi Philips Azurion 5 yang mendukung lima bidang spesialisasi, yakni jantung, vaskular, bedah toraks kardiak dan vaskular (BTKV), bedah saraf, serta radiologi intervensi.

Dokter spesialis jantung RS Ubaya, dr. Dimas Rio Balti, Sp.JP, Subsp. K.I (K), menjelaskan, fasilitas tersebut sudah dapat menangani kegawatdaruratan jantung, termasuk acute coronary syndrome (ACS) atau sindrom koroner akut.

Teknologi Coronary Map yang digunakan membantu dokter memetakan pembuluh darah koroner sekaligus mengurangi penggunaan zat kontras. Teknologi perangkat tersebut juga diklaim mampu menekan paparan radiasi hingga 30 persen dibandingkan kebanyakan perangkat sejenis. “Untuk teknologi standar penanganan acute coronary syndrome, pasien serangan jantung, kita sudah bisa. Kalau alat-alat yang lebih canggih sedang kita adakan dan itu sudah diproses,” ujar Dimas.

Sementara itu, dokter RS Ubaya, dr. Yudhi Adrianto, Sp.N., Subsp. NIIOO(K), FINR, FINA, mengatakan, pemanfaatan Cath Lab tidak terbatas pada penyakit jantung. Fasilitas ini juga dapat mendukung tindakan intervensi pembuluh darah otak pada pasien stroke serta gangguan pembuluh darah perifer.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan aliran darah di kaki, seperti kesemutan dan kaki terasa dingin. Jika terlambat ditangani, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi komplikasi serius hingga amputasi. “Di Indonesia itu belum aware soal kaki-kaki. Kakinya kesemutan, kakinya dingin itu kadang-kadang belum aware, sehingga berakibat terjadi amputasi,” kata Yudhi.

Baca Juga :  LKPJ 2025 Penuhi Standar Regulasi, Gubernur Khofifah Berkomitmen Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Jatim yang Transparan dan Akuntabel

Sebelum Cath Lab beroperasi, RS Ubaya mencatat kunjungan pasien dengan keluhan kardiovaskular mencapai ratusan orang per bulan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mempercepat penanganan pasien yang membutuhkan tindakan intervensi jantung dan pembuluh darah.

RS Ubaya juga menyiapkan pengembangan layanan untuk menangani kasus yang lebih kompleks, termasuk intervensi struktural jantung dan kelainan aorta. Kerja sama dengan BPJS Kesehatan menjadi salah satu tahapan yang masih dipersiapkan rumah sakit.(tok)