Semeru Erupsi 3 Kali, Awan Panas Meluncur 3 Kilometer

oleh -43 Dilihat
Oleh
Redaksi
Reporter
Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Mengarah dari Puncak Mahameru. (Foto: PVMBG)

KILASJATIM.COM, Lumajang – Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami tiga kali erupsi pada Kamis (5/11/2026) dini hari hingga pagi. Erupsi terbesar terjadi pukul 06.33 WIB dengan awan panas guguran meluncur sejauh 3 kilometer dari puncak Mahameru.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mengatakan letusan pukul 06.33 WIB menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl).

“Letusan Gunung Semeru disertai awan panas guguran dengan jarak luncur lebih kurang 3 kilometer dari puncak Mahameru,” kata Sigit dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Arah sebarannya menuju selatan dan barat daya. Aktivitas tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 3 menit 44 detik.

Sebelum erupsi pagi, Semeru lebih dulu meletus dua kali pada dini hari. Erupsi pertama terjadi pukul 03.33 WIB. Meski secara visual tidak teramati, aktivitasnya terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 25 milimeter dan durasi 153 detik.

Semeru kembali erupsi pukul 05.37 WIB. Kolom abu saat itu mencapai sekitar 200 meter di atas puncak, berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan mengarah ke barat daya.

Erupsi kedua tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 25 milimeter dan durasi 124 detik.

Saat ini, Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat diminta mematuhi rekomendasi keselamatan dan menghindari sejumlah kawasan rawan bencana.

Di sektor tenggara, warga dilarang beraktivitas di sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak. Selain itu, aktivitas juga dilarang dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

Baca Juga :  Pemkot Surabaya Terapkan Parkir Digital di 76 Titik

Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru karena rawan terkena lontaran batu pijar. (cit)