Banjir dan Longsor Terjang 6 Kecamatan, Lumajang Tetapkan Tanggap Darurat

oleh -39 Dilihat
Oleh
Redaksi
Reporter
Ilustrasi (Foto: dok kilasjatim.com)

KILASAJTIM.COM, Lumajang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi mulai Senin (2/11). Keputusan ini diambil setelah banjir dan tanah longsor melanda enam kecamatan di wilayah tersebut akibat hujan deras.

Enam kecamatan terdampak yakni Jatiroto, Tempursari, Pasirian, Pronojiwo, Senduro, dan Candipuro. Bencana tersebut menyebabkan akses jalan terputus, rumah warga rusak, hingga sejumlah keluarga sempat terisolasi.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho mengatakan, salah satu dampak bencana terjadi di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari. Sebanyak 117 kepala keluarga (KK) sempat terisolasi akibat akses jalan terputus setelah diterjang banjir lahar Gunung Semeru.

Selain itu, tiga teras rumah dilaporkan roboh dan 10 rumah lainnya berisiko ambruk. Namun, akses yang sebelumnya terputus kini telah kembali terbuka sehingga warga tidak lagi terisolasi.

“Di Kecamatan Tempursari terdapat 117 KK terisolasi akibat akses jalan terputus di Desa Purorejo. Tiga teras rumah roboh dan 10 rumah berisiko ambruk. Saat ini warga sudah tidak terisolasi,” kata Isnugroho dalam keterangannya yang dikutip Rabu (4/11/2026).

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan penetapan status tanggap darurat merupakan langkah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem, terutama banjir dan tanah longsor.

Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai dan kawasan rawan longsor.

Menurutnya, keselamatan warga di sekitar aliran lahar Gunung Semeru menjadi perhatian pemerintah daerah setelah banjir lahar menerjang kawasan Besuk Kobokan.

“Kami memastikan kondisi masyarakat di sekitar lokasi terpantau aman. Saya meminta warga tetap meningkatkan kewaspadaan karena curah hujan masih tinggi,” ujarnya.

Ancaman bencana hidrometeorologi di Lumajang juga diperkuat dengan kejadian longsor di Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, yang menewaskan seorang ayah dan anaknya.

Baca Juga :  Catat! Diskon 30% di 29 Ruas Tol Berlaku 15-16 Maret

Peralihan musim kemarau ke musim hujan meningkatkan potensi bencana, terutama di wilayah dengan kondisi geografis berupa lereng dan daerah aliran sungai.

Pemkab Lumajang mengimbau warga segera menjauh apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah atau kondisi lereng yang membahayakan. Masyarakat juga diminta segera berkoordinasi dengan petugas untuk mengantisipasi risiko bencana susulan. (cit)