Banjir dan Longsor Terjang 6 Kecamatan di Malang, Akses Jalan Terputus

oleh -27 Dilihat
Oleh
Redaksi
Reporter
Alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan material lumur yang menutup jalan. (Foto: BPBD Kab Malang)

KILASJATIM.COM, Malang – Banjir dan tanah longsor menerjang enam kecamatan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (3/11/2026). Bencana akibat hujan deras tersebut menyebabkan sejumlah jembatan ambrol dan akses jalan penghubung antardesa hingga kecamatan terputus.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, enam kecamatan terdampak meliputi Ampelgading, Sumbermanjing Wetan, Bantur, Tirtoyudo, Dampit, dan Pagelaran.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan banjir dan longsor terjadi di sejumlah desa. Di Kecamatan Ampelgading, bencana melanda Desa Tirtomoyo dan Lebakharjo.

Sementara di Kecamatan Bantur, tanah longsor menerjang Desa Sumberbening, Pringgodani, dan Rejosari. Di Kecamatan Dampit, longsor terjadi di Desa Watusuko dan Polaman.

“Untuk Kecamatan Pagelaran terjadi banjir luapan di Desa Kademangan, banjir dan tanah longsor di Desa Klepu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, dan tanah longsor di Kecamatan Tirtoyudo,” kata Sadono saat dikonfirmasi, Selasa (3/11/2026).

Dampak bencana juga mengganggu akses transportasi warga. Di Kecamatan Ampelgading, sejumlah titik jalan terdampak, antara lain di Desa Lebakharjo, jalur Sonowangi, serta Tumpak Bundu, Desa Purwoharjo.

Di Kecamatan Bantur, banjir menyebabkan bagian penahan jembatan penghubung Desa Pringgodani dan Rejosari ambrol. Sejumlah badan jalan dan dinding penahan jembatan juga dilaporkan amblas.

Meski demikian, warga masih bisa menggunakan jalur alternatif jika jembatan tidak dapat dilalui.

Sementara di Kecamatan Dampit, akses jalan menuju Kecamatan Sumbermanjing Wetan melalui Desa Polaman sempat tertutup material longsor.

Kondisi serupa terjadi di Sumbermanjing Wetan. Jalan poros Gunung Gatel yang menghubungkan wilayah tersebut dengan Dampit terputus akibat longsor.

BPBD Kabupaten Malang bersama personel gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, relawan, dan masyarakat melakukan penanganan di lokasi terdampak.

Baca Juga :  Tingkatkan Produktivitas Hortikultura di Malang, Bank Jatim Teken MoU dengan Kemenko  Bidang Perekonomian RI

BPBD masih mendata kerugian materi akibat rangkaian bencana tersebut. Hingga laporan ini disampaikan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian banjir dan tanah longsor di enam kecamatan tersebut. (cit)