Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Komitmen Lindungi Pekerja Diapresiasi

oleh -66 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih penghargaan Satya JKN Awards 2026 kategori Pemerintah Daerah Provinsi sebagai Pemerintah Daerah Paling Berkomitmen dalam Implementasi Kepatuhan Badan Usaha pada Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Muhaimin Iskandar kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono yang mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Gubernur Khofifah mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas komitmen Pemprov Jatim dalam mendukung keberlanjutan Program JKN, khususnya memastikan pekerja memperoleh hak perlindungan kesehatan melalui kepatuhan badan usaha.

Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan Nawa Bhakti Satya, terutama program Jatim Sehat yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara merata, mudah diakses, dan berkeadilan.

“Jatim Sehat bukan hanya berbicara tentang bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan ketika sakit, tetapi juga bagaimana memastikan setiap warga memiliki akses terhadap perlindungan kesehatan. Termasuk para pekerja yang harus mendapatkan hak jaminan kesehatan melalui kepatuhan badan usaha terhadap Program JKN,” ujar Khofifah akhir pekan lalu.

Dia menjelaskan, implementasi Jatim Sehat dilakukan melalui sejumlah program, antara lain Kesehatan Inklusif, Preventif dan Aksesibel (KIPA), Pelayanan Kesehatan Gratis dan Berkualitas (TANTISTAS), Desa Sehat, serta penguatan layanan kesehatan rujukan.

Melalui TANTISTAS, Pemprov Jatim mendorong perluasan akses pembiayaan kesehatan, termasuk dukungan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN dan pembiayaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin melalui Biakesmaskin.

Sementara itu, program Desa Sehat difokuskan pada penguatan pelayanan kesehatan dasar melalui optimalisasi Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes), pemenuhan tenaga kesehatan, serta peningkatan kapasitas Puskesmas.

Pemprov Jatim juga mengembangkan layanan kesehatan bergerak untuk menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah dengan keterbatasan akses. Upaya tersebut dilakukan melalui rumah sakit terapung dan kunjungan dokter spesialis di kawasan Madura serta wilayah kepulauan.

Baca Juga :  Wajib Belajar 9 Tahun: Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Siap Patuhi Putusan MK

Selain itu, pengembangan Jatim World Class Hospital Collaboration dilakukan untuk meningkatkan kualitas rumah sakit rujukan milik pemerintah provinsi melalui modernisasi fasilitas, penguatan teknologi medis, dan kolaborasi dengan rumah sakit kelas dunia.

Khofifah menegaskan, perluasan akses layanan kesehatan harus diikuti penguatan kepatuhan badan usaha dalam mendaftarkan pekerja sebagai peserta JKN dan membayar iuran sesuai ketentuan.

Pemprov Jatim akan meningkatkan koordinasi dengan BPJS Kesehatan dan dunia usaha agar tidak ada pekerja yang kehilangan hak perlindungan kesehatan akibat kelalaian perusahaan.

Sementara itu, Muhaimin Iskandar mengatakan keberhasilan JKN membutuhkan komitmen dan semangat gotong royong pemerintah, badan usaha, serta masyarakat.

Dia berharap Satya JKN Awards dapat menjadi inspirasi bagi badan usaha untuk memenuhi kewajiban perlindungan kesehatan pekerja sekaligus menjaga keberlanjutan program JKN.

Muhaimin juga mengapresiasi pemerintah daerah yang menunjukkan komitmen dalam mendukung program tersebut. Dia meminta daerah yang masih memiliki tunggakan kewajiban segera menyelesaikannya agar tidak mengganggu keberlangsungan jaminan kesehatan nasional.

Khofifah berharap penghargaan tersebut semakin memperkuat sinergi pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, dan dunia usaha dalam memperluas perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya pekerja di Jawa Timur. (Fri)