3.000 Lebih Kader NU Padati Alun-Alun Bondowoso, KH Abdul Qodir Syam Ingatkan Kemandirian Santri

oleh -328 Dilihat
Oleh
Ihwanul Hasan

Lebih dari 3.000 kader Nahdlatul Ulama (NU) memadati Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso, Minggu (1/11/2026). Mereka mengikuti Apel Kader Setia NKRI dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Besarnya jumlah peserta terlihat dari distribusi kaos apel yang disiapkan panitia. Tercatat lebih dari 3.000 kaos dibagikan kepada kader yang hadir dari berbagai wilayah di Kabupaten Bondowoso.

Apel akbar tersebut melibatkan seluruh jajaran Syuriah dan pengurus PCNU, lembaga, badan otonom (Banom), 23 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), hingga pengurus ranting.

Sejumlah unsur Forkopimda turut hadir, di antaranya Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir, perwakilan Kodim 0822, Polres Bondowoso, serta Kejaksaan Negeri Bondowoso.

Bertindak sebagai komandan apel, Rais Syuriah PCNU Bondowoso KH. Abdul Qodir Syam. Sementara rangkaian apel diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan Ikrar Santri oleh Ketua PCNU Bondowoso Dr. Moh. Syaeful Bahar.

Pembacaan Resolusi Jihad dipimpin Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir. Suasana semakin khidmat saat seluruh peserta menyanyikan lagu Syubbanul Wathon dan Mars Hari Santri, sebelum ditutup dengan doa.

Dalam amanatnya, KH. Abdul Qodir Syam menyampaikan terima kasih kepada seluruh kader yang telah hadir dalam apel akbar tersebut. Ia mengingatkan bahwa momentum Hari Santri harus menjadi kesempatan untuk kembali memahami jati diri dan tanggung jawab sebagai seorang santri.

Menurutnya, santri harus memiliki kemandirian dan menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya tempat bersandar. Begitu pula kader NU harus memiliki pegangan kuat terhadap Allah SWT dan Rasulullah SAW dalam menjalankan perjuangan organisasi.

“Kalau kita hanya bertopang pada kekuasaan, maka kita akan terombang-ambing. Karena itu, santri harus mandiri dan tetap berpegang teguh kepada Allah SWT,” pesannya.

Baca Juga :  Jelang Nataru, Harga BBM di SPBU Plat Merah dan Swasta Stabil

Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena perjuangan NU di Bondowoso tetap terjaga dan tidak terbawa pada hal-hal yang dapat membelokkan arah perjuangan organisasi.

Lebih lanjut, KH. Abdul Qodir Syam mengingatkan pentingnya memiliki guru yang mampu membimbing umat untuk semakin dekat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Guru yang dimaksud bukan sekadar sosok yang mengajarkan ilmu, tetapi juga memiliki kedekatan dengan Allah dan Rasul-Nya serta mampu membawa umat menuju ishlahul ummah atau perbaikan umat.

Ia berharap seluruh kader terus menjaga komitmen dalam berkhidmat melalui Nahdlatul Ulama, dengan memperkuat keimanan, kemandirian, dan semangat persatuan.

Apel Kader Setia NKRI tersebut menjadi momentum konsolidasi ribuan warga NU Bondowoso sekaligus peneguhan kembali nilai perjuangan santri dalam menjaga agama, bangsa, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(wan)