BNPB: 253 Daerah Rawan Banjir, 202 Daerah Rawan Longsor

oleh -35 Dilihat
Oleh
Redaksi
Reporter
Ilustrasi. (Foto: dok kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Jakarta – Ancaman banjir dan longsor membayangi musim hujan 2026/2027. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 253 kabupaten/kota rawan banjir dan 202 kabupaten/kota rawan longsor, dengan potensi penduduk terdampak mencapai 113,8 juta jiwa.

Data tersebut disampaikan Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan resmi, Selasa (27/10). Pemetaan itu menjadi dasar penguatan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.

Puncak musim hujan diperkirakan tidak terjadi serentak di seluruh Indonesia. Di Sumatera, puncaknya diprediksi berlangsung pada Desember 2026 hingga Januari 2027. Sementara itu, Jawa diperkirakan mengalami puncak musim hujan pada Januari-Februari 2027, sedangkan Kalimantan pada Januari-Maret 2027.

BNPB mendorong pemerintah daerah menetapkan dan mengaktifkan rencana aksi menghadapi musim hujan pada November. Rencana kontingensi juga perlu diperbarui, mulai dari skenario dampak bencana, pembagian tugas antarinstansi, jalur evakuasi hingga kesiapan sumber daya.

Kesiapan logistik untuk pengungsi juga harus dipastikan. Sistem peringatan dini perlu diuji hingga tingkat desa, sementara posko, perahu karet, tim reaksi cepat, pemantauan tinggi muka air, dan dapur umum harus disiapkan sebelum puncak musim hujan.

Perhatian khusus diberikan pada lereng yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kondisi lereng yang rentan perlu dipantau sejak awal musim hujan untuk mengantisipasi banjir bandang dan longsor.

“Pemantauan sejak awal musim hujan penting dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir bandang dan longsor,” ujar Berton.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla maupun bencana hidrometeorologi. Warga di kawasan rawan diminta mengikuti informasi cuaca dan peringatan dini dari sumber resmi.

Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, menghemat penggunaan air bersih, serta segera melaporkan kejadian bencana kepada petugas setempat.

Baca Juga :  Jatim Raih Penghargaan BNPB Tahun 2019

BNPB menekankan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini, koordinasi lintas sektor, dan partisipasi masyarakat untuk mengurangi risiko serta dampak bencana selama musim hujan. (cit)