Bank Jatim Dukung Festival Prajekan, Siapkan 30 Tenda hingga Dorong Digitalisasi UMKM

oleh -353 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Festival Prajekan tak sekadar menjadi panggung pelestarian budaya dan tradisi lokal. Ajang ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk unggulan desa sekaligus memperluas pasar. Mendukung langkah tersebut, Bank Jatim Cabang Bondowoso hadir melalui dukungan dana, penyediaan fasilitas, layanan perbankan, hingga edukasi transaksi digital.

Sebagai sponsor utama, Bank Jatim mengambil bagian dalam menyukseskan festival melalui berbagai dukungan yang menyentuh langsung kebutuhan penyelenggaraan maupun pelaku usaha. Salah satunya dengan menyediakan 30 tenda selama sepekan untuk menampung showcase produk unggulan dari masing-masing desa.

Fasilitas tersebut memberikan ruang bagi UMKM untuk menampilkan produk mereka kepada pengunjung. Dengan demikian, festival tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni dan budaya, tetapi juga kesempatan untuk mengenalkan potensi ekonomi lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

Pimpinan Bank Jatim Cabang Bondowoso, Heru Widodo, mengatakan pihaknya juga menghadirkan stan pelayanan perbankan yang beroperasi setiap hari selama festival berlangsung.

“Setiap hari ada pelayanan dari Bank Jatim di stan ini. Mulai pembukaan rekening, JConnect, kredit, hingga konsultasi kredit,” ujar Heru. Senin 26/10/2026 malam.

Kehadiran stan tersebut diharapkan memudahkan masyarakat dan pelaku UMKM memperoleh informasi serta mengakses layanan perbankan secara langsung. Pelaku usaha pun dapat mengenal berbagai produk keuangan yang berpotensi mendukung pengembangan usaha mereka.

Tak berhenti pada layanan konvensional, Bank Jatim turut mendorong transformasi digital di kalangan UMKM melalui pengenalan QRIS dan layanan pembayaran digital JConnect.

Edukasi ini menjadi bagian penting dalam memperluas pemahaman pedagang mengenai kemudahan transaksi nontunai. Pemanfaatan teknologi pembayaran diharapkan membantu UMKM memberikan pilihan transaksi yang lebih praktis bagi konsumen sekaligus mengikuti perkembangan pola belanja masyarakat.

Baca Juga :  Lebih 6 Ribu Pelanggan Jawa Timur Manfaatkan Promo Listrik “Super Dahsyat” Lewat PLN Mobile

Ketua Tim Kajian Objek Pemajuan Kebudayaan dan Cagar Budaya Bondowoso, Alfareza Firdaus, mengapresiasi keterlibatan Bank Jatim dalam mendukung Festival Prajekan. Menurutnya, dukungan tersebut berkontribusi terhadap pelaksanaan kegiatan, terutama dalam mempertemukan pelestarian budaya dengan penguatan ekonomi masyarakat desa.

“Kami mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada para sponsor, terutama Bank Jatim. Kami bersyukur Bank Jatim hadir untuk mendukung kegiatan ini, khususnya terkait digitalisasi ekonomi,” katanya.

Ia menjelaskan, penyelenggara berupaya menjalin kolaborasi dengan Bank Jatim agar UMKM yang terlibat dalam festival dapat menjadi proyek percontohan pemanfaatan transaksi digital.

“Kami berusaha bekerja sama dengan Bank Jatim agar UMKM yang kami hadirkan bisa menjadi *pilot project*. Dengan QRIS, transaksi menjadi lebih mudah dan diharapkan menguntungkan penjual,” ujarnya.

Dukungan Bank Jatim juga merambah kegiatan kesehatan dan kebugaran masyarakat. Pada Jumat, bank tersebut memberikan dukungan merchandise untuk kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan senam sehat bersama, termasuk hadiah bagi peserta.

Rangkaian kontribusi tersebut memperlihatkan bagaimana kolaborasi antara dunia perbankan dan penyelenggara festival dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas. Di satu sisi, budaya dan tradisi lokal mendapat ruang untuk terus diperkenalkan. Di sisi lain, UMKM memperoleh kesempatan mempromosikan produk sekaligus meningkatkan pengetahuan mengenai layanan keuangan dan transaksi digital.

Melalui Festival Prajekan, potensi desa diharapkan tidak hanya dikenal melalui kekayaan seni dan budayanya, tetapi juga melalui produk-produk lokal yang memiliki peluang untuk berkembang.

Kolaborasi antara penyelenggara, Bank Jatim, dan pelaku UMKM pun diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperluas promosi produk unggulan desa serta menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.(wan)