Ina Ammania: AI Tak Bisa Gantikan Peran Guru Madrasah dalam Membentuk Akhlak Siswa

oleh -323 Dilihat
Oleh
Ihwanul Hasan

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan. Namun, kecanggihan teknologi tidak dapat menggantikan peran guru madrasah dalam membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai Islam, dan membimbing akhlak peserta didik.

Hal tersebut disampaikan Ina Ammania, anggota Komisi VIII Fraksi PDI Perjuangan, dalam kegiatan Ngobrol Pendidikan Agama Islam (NGOPI) bertema “Guru Madrasah di Era Artificial Intelligence (AI): Mengintegrasikan Kecerdasan Teknologi, Kearifan Pedagogis dan Nilai-Nilai Islam” di Ijen Hotel Bondowoso.

Menurut Ina, AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Meski demikian, penggunaannya harus tetap berada dalam pendampingan guru agar siswa mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Ia menegaskan, guru bukan sekadar penyampai ilmu pengetahuan, tetapi juga teladan dalam menanamkan kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak mulia. Nilai-nilai tersebut tidak cukup dipelajari melalui teknologi, melainkan perlu dicontohkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, guru madrasah perlu membekali siswa dengan literasi digital, kemampuan memilah informasi, serta kesadaran untuk menghindari penyebaran berita keliru dan perundungan digital.

Ina juga menekankan pentingnya kearifan pedagogis, yakni kemampuan guru memahami kebutuhan dan kondisi setiap siswa. Teknologi mungkin dapat menyediakan materi dan latihan belajar, tetapi guru tetap berperan dalam memberikan perhatian, motivasi, serta pendampingan sesuai kebutuhan peserta didik.

Dalam perspektif Islam, pemanfaatan AI harus berjalan seiring dengan adab, kejujuran, dan tanggung jawab. Ina mengingatkan relevansi pesan Al-Qur’an dalam Surah Al-Hujurat ayat 6 tentang pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum mengambil tindakan.

Melalui kegiatan NGOPI tersebut, Ina mengajak para pendidik untuk mewujudkan madrasah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, unggul dalam pembelajaran, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.

Baca Juga :  Dua Kali Berhenti, Semburan Gas di Sungai Rungkut Mapan Kembali Aktif

Di tengah kemajuan AI, peran guru madrasah tetap penting untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik dan digital, tetapi juga beriman, berakhlak mulia, serta mampu menggunakan ilmu pengetahuan untuk kebaikan.(wan)