KILASJATIM.COM, Bondowoso – Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Islam. Najib Ainur Ridho, santri kelas VI MI Asrama Sayyid Hamid, Pondok Pesantren Nurul Qur’an, Kraksaan, Probolinggo, berhasil meraih Juara Harapan 2 kategori Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) 2 Juz dalam ajang tingkat Tapal Kuda.
Penghargaan tersebut diraih Najib dalam Bahruysysyifa Tahfidz Qur’an Competition yang diselenggarakan oleh *PPTQ Bahrusysyifa Lumajang* pada 24 Oktober 2026. Dalam kompetisi tersebut, Najib menunjukkan kemampuan hafalan Al-Qur’an yang mengantarkannya meraih prestasi di tengah persaingan para peserta dari berbagai daerah.
Capaian ini terasa semakin istimewa karena Najib juga telah menuntaskan hafalan *10 juz Al-Qur’an ditambah hafalan Juz 30 (Juz ‘Amma)*. Di usia yang masih belia, ia membuktikan bahwa ketekunan, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an dapat menjadi jalan untuk meraih prestasi sekaligus membentuk karakter mulia.
Bagi seorang santri, keberhasilan menghafal Al-Qur’an bukan sekadar tentang seberapa banyak ayat yang diingat. Lebih dari itu, proses menghafal membutuhkan kesabaran, konsistensi dalam murajaah, serta kesungguhan menjaga ayat-ayat suci agar tetap melekat dalam ingatan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Prestasi Najib pun menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga dan lingkungan pendidikannya. Raihan tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat untuk terus meningkatkan kualitas hafalan, memperkuat pemahaman terhadap Al-Qur’an, serta berani mengikuti berbagai ajang tahfidz di tingkat yang lebih tinggi.
Orang tua Najib Ainur Ridho, Abdul Azis Al Faqih, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas prestasi yang diraih putranya. Menurutnya, capaian tersebut bukan semata-mata tentang piala atau penghargaan, melainkan menjadi penyemangat bagi Najib untuk semakin mencintai, menjaga, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian Najib. Bagi kami, yang paling utama bukanlah seberapa banyak penghargaan yang diraih, tetapi bagaimana Al-Qur’an benar-benar tertanam di dalam hati, menjadi pedoman hidup, serta membentuk akhlak yang baik. Semoga Najib terus istiqamah menjaga hafalannya, tidak cepat berpuas diri, dan semakin semangat belajar,” ungkap Abdul Azis Al Faqih.
Ia juga berharap prestasi Najib dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an. Menurutnya, setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang dan meraih prestasi selama mendapatkan dukungan, bimbingan, serta terus berusaha dengan sungguh-sungguh.
“Kami berterima kasih kepada para ustaz, ustazah, dan seluruh pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qur’an yang telah membimbing Najib. Semoga semua ilmu dan kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah. Kami berharap Najib dan anak-anak lainnya tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu menghafal, tetapi juga memahami dan mengamalkan isi Al-Qur’an,” tambahnya.
Keberhasilan ini juga menjadi inspirasi bagi anak-anak seusianya bahwa kesibukan belajar tidak menghalangi seseorang untuk dekat dengan Al-Qur’an. Dengan bimbingan orang tua, guru, dan para pengasuh pesantren, generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kecintaan kuat terhadap kitab suci.
Semoga prestasi Juara Harapan 2 tersebut menjadi langkah awal bagi Najib Ainur Ridho untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi. Bukan hanya menjadi penghafal Al-Qur’an yang berprestasi, tetapi juga menjadi generasi Qur’ani yang mampu menjaga hafalan, mengamalkan nilai-nilainya, serta membawa keberkahan bagi keluarga, pesantren, dan masyarakat.(wan)
