Konsumsi Listrik Meningkat, PLN UIT JBM  Lakukan  Penguatan Jaringan Transmisi Tegangan Tinggi

oleh -34 Dilihat
General Manager PT PLN (Persero)  UIT JBM, Ika Sudarmaja (kanan) bersama jajaran direksi PT PLN UIT JBM saat paparan di acara Media Briefing dan Forum Silaturahmi HLN ke-81 PLN UIT JBM di Kantor UPT Surabaya, Senin (19/10/2026). (kilasjatim.com/nova) 

KILASJATIM. COM, Surabaya – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melalukan penguatan jaringan transmisi tegangan tinggi  untuk menopang kawasan metropolitan Surabaya, Pasuruan, serta Banyuwangi yang berkembang menjadi pusat pertumbuhan industri baru.

General Manager PT PLN (Persero)  UIT JBM, Ika Sudarmaja, menyampaikan penguatan jaringan dilakukan untuk mengimbangi meningkatnya kebutuhan listrik yang terus meningkat.

Ketersediaan listrik bukan sekadar memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan investor dan memastikan aktivitas ekonomi berjalan lancar.

“Pembangunan industri secara masif, khususnya di kawasan metropolitan seperti Surabaya,  Banyuwangi, Pasuruan, dan Gresik yang berkembang pesat,” ujarnya di acara  Media Briefing dan Forum Silaturahmi HLN ke-81 PLN UIT JBM di Kantor UPT Surabaya, Senin (19/10/2026).

“PLN merupakan bagian dari alat negara untuk menyediakan kelistrikan. Kami ingin memastikan investor tetap nyaman berinvestasi di Indonesia sehingga kegiatan ekonomi terus berputar,” katanya.

 PLN  saat ini melakukan penguatan sistem kelistrikan metropolitan Surabaya dengan membangun GI 500 kV di Waru Sidarjo dan  infrastruktur transmisi. Saat ini kebutuhan listrik di Surabaya hanya di topang oleh GI 500 kV Gresik dan Krian.

 Pengembangannya dilakukan dengan mengganti jaringan saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 kV yang ada dengan kabel bawah tanah. Ruang jalur transmisi yang tersedia kemudian dimanfaatkan untuk pengembangan jaringan tegangan ekstra tinggi 500 kV.

“Sekarang sedang dalam tahap membangun GI 500 kV di Waru, termasuk transmisinya. Saluran 150 kV yang lama kita ganti dengan kabel bawah tanah, sedangkan jalur yang ada dimanfaatkan untuk membangun saluran 500 kV. Ini untuk menopang kawasan metropolitan,” jelasnya.

Sebagai langkah sementara, PLN merencanakan pengalihan jalur transmisi 500 kV dari Waru menuju Grati, Pasuruan, untuk melayani kebutuhan pelanggan besar di wilayah tersebut. Rencana penguatan menuju Surabaya Selatan tetap menjadi bagian dari pengembangan sistem kelistrikan jangka panjang.

Baca Juga :  Fokus Peningkatan Layanan, Bisnis Employee Benefit Generali Indonesia  Meningkat

Selain itu  Banyuwangi menjadi wilayah yang membutuhkan penguatan transmisi seiring pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata dan industri. Saat ini, pasokan listrik di Banyuwangi dan sekitarnya masih mengandalkan jaringan dari GI 500 kV Paiton, sementara infrastruktur transmisi 500 kV belum menjangkau wilayah tersebut

“Di Banyuwangi dan sekitarnya saat ini belum ada transmisi 500 kV. Padahal, perkembangan hotel dan industrinya luar biasa. Karena itu, jaringan ini perlu diperkuat untuk mendukung kebutuhan listrik ke depan,” kata Ika.

PLN merencanakan pembangunan transmisi 500 kV dari Paiton menuju Kalipuro, Banyuwangi, yang selanjutnya direncanakan terhubung dengan sistem kelistrikan Bali. Penguatan jaringan juga diperlukan di wilayah Madura, khususnya jalur Bangkalan-Sampang, yang kapasitas infrastrukturnya semakin terbatas. Pengembangan transmisi tegangan tinggi telah masuk dalam rencana pengembangan sistem kelistrikan PLN.

Di luar wilayah tersebut, PLN juga menyiapkan pengembangan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan industri di Ngoro, Bangil, Madiun, dan Ngawi. Sejumlah gardu induk dan jaringan transmisi baru diperlukan agar pertumbuhan kebutuhan listrik dapat diimbangi dengan peningkatan kapasitas penyaluran.

“Saat ini PLN UIT JBM mengelola seluruh infrastruktur transmisi yang menjadi tulang punggung penyaluran listrik di Jawa Bagian Timur dan Bali, meliputi 173 gardu induk, terdiri atas 147 gardu induk dengan teknologi air insulated switchgear (AIS) dan 26 gardu induk gas insulated switchgear (GIS),” papar Ika seraya menambahkan, PLN juga mengoperasikan 397 unit transformator dengan kapasitas total 29.375 megavolt ampere (MVA). Selain itu, tersedia empat unit transformator bergerak dengan kapasitas total 120 MVA. Panjang keseluruhan jaringan transmisi yang dikelola mencapai 8.329,39 kilometer sirkuit (kms).

“Saat inj sistem kelistrikan Jawa Bagian Timur dan Bali memiliki daya mampu sekitar 9.000 megawatt (MW), sedangkan kebutuhan listrik mencapai sekitar 7.000 MW,” pungkas Ika. (nov)