JEC Eye Hospitals and Clinics – Gerakan Matahati Gelar Operasi Katarak Gratis Bagi 101 Pasien di Jawa Timur 

oleh -27 Dilihat
JEC Eye Hospitals and Clinics Surabaya, Pasuruan dan Kediri Layanan Mata Komprehensif  kepada 101 pasien penderitaan katarak di Jawa Timur sesuai Kebutuhan Pasien. (ist/dok) 

KILASJATIM.COM, Surabaya — JEC Eye Hospitals and Clinics beei layananan operasi katarak gratis bagi masyarakat Jaqa Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari program bagi 101 pasien di jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics sepanjang Oktober–Desember 2026, melalui kolaborasi dengan Gerakan Matahati, Lions Eye Bank Jakarta (LEBJ), dan Lions Club Indonesia.

Operasi tanpa biaya ini sebagai upaya memperluas akses penanganan katarak bagi masyarakat Jawa Timur yang akan ditangani bersama di Klinik Utama Mata JEC JAVA @ Surabaya, Klinik Utama Mata JEC JAVA @ Pasuruan, dan Klinik Utama Mata JEC JAVA @ Kediri.

Program tersebut menjadi penghormatan atas 101 tahun kelahiran Pandji Wisaksana, pendiri Gerakan Matahati, sekaligus berkontribusi pada target Matahati untuk memfasilitasi 1.010 operasi katarak tanpa biaya hingga akhir tahun.

Diselenggarakan dalam rangka peringatan World Sight Day 2026, kegiatan ini membawa semangat “Love Your Eyes” melalui langkah nyata untuk mendekatkan layanan kesehatan mata kepada masyarakat yang membutuhkan.

Di Jawa Timur, pentingnya akses penanganan katarak tercermin dalam survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) pada 2015. Survei tersebut mencatat prevalensi kebutaan sebesar 4,4% pada penduduk berusia 50 tahun ke atas, tertinggi di antara 15 provinsi yang disurvei pada periode 2014–2016. Katarak menjadi penyebab sekitar 81,1% kebutaan di provinsi ini.

Pelaksanaan operasi katarak tanpa biaya ini didukung dokter spesialis mata, fasilitas pemeriksaan dan bedah modern, serta layanan kesehatan mata komprehensif dalam jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics.

Dukungan tersebut memungkinkan pasien menjalani pemeriksaan menyeluruh, tindakan sesuai indikasi medis, dan pemantauan pascaoperasi dengan standar mutu serta keselamatan pasien yang tetap terjaga. Pemilihan teknik operasi dan lensa tanam disesuaikan dengan hasil pemeriksaan serta kebutuhan klinis masing-masing pasien.

Baca Juga :  Juni 2021 Jawa Timur Alami Deflasi 0,14 Persen Mendorong Turunnya IHK

Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM(K), PhD, Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, menegaskan bahwa perluasan akses harus berjalan seiring dengan mutu pelayanan.  Memperluas akses berarti membantu masyarakat memperoleh penanganan yang dibutuhkan dengan standar pelayanan yang tetap terjaga. Pasien dalam program sosial menjalani pemeriksaan, tindakan sesuai indikasi medis, dan pemantauan pascaoperasi sebagai satu rangkaian layanan.

“Komitmen ini telah kami jalankan secara berkelanjutan melalui lebih dari 4.000 operasi katarak tanpa biaya bagi masyarakat yang membutuhkan. Pendekatan tersebut menjadi dasar pelaksanaan kegiatan di Jawa Timur. Melalui fasilitas di Surabaya, Pasuruan, dan Kediri, masyarakat memiliki pilihan lokasi untuk memperoleh layanan sekaligus menjalani tindak lanjut setelah operasi,” ujar Prof. Tjahjono.

Layanan Mata Komprehensif Sesuai Kebutuhan Pasien di Jawa Timur

Klinik Utama Mata JEC JAVA @ Surabaya, yang berlokasi di Jalan Raya Darmo No. 127, menghadirkan layanan kesehatan mata yang komprehensif, meliputi katarak, kornea dan bedah refraktif, vitreoretina, glaukoma, okuloplasti, mata anak, trauma mata, serta myopia control care. Kelengkapan layanan ini mendukung evaluasi kondisi mata secara menyeluruh, termasuk mengenali gangguan penyerta yang dapat memengaruhi pilihan tindakan dan hasil penglihatan pasien.

Dr. Dian Arumdini, SpM, Kepala Klinik Utama Mata JEC JAVA @ Surabaya, menjelaskan bahwa dukungan teknologi dan cakupan layanan membantu dokter merencanakan penanganan sesuai kebutuhan masing-masing pasien.

Di Klinik Utama Mata JEC JAVA @ Surabaya, Klinik Utama Mata JEC JAVA @ Pasuruan dan Klinik Utama Mata JEC JAVA @ Kediri, dalam penanganam  layanan katarak didukung teknologi operasi fakoemulsifikasi dan pemeriksaan menyeluruh sebagai dasar perencanaan tindakan. Kami juga memperhatikan kondisi kornea, retina, serta kemungkinan gangguan mata lain agar penanganan sesuai dengan kebutuhan medis pasien. Kelengkapan layanan memungkinkan proses ini dilanjutkan dengan edukasi dan pemantauan setelah operasi.

Baca Juga :  Pemprov Jatim Gandeng ITS dan UNICEF Luncurkan Program Digital Skills

“Semoga program operasi katarak tanpa biaya ini dapat membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan mata berbasis teknologi modern, dengan keselamatan dan kenyamanan pasien sebagai prioritas,” pungkas Dr. Dian Arumdini, SpM. (nov)