HUT ke-81 Jatim, Khofifah Paparkan Capaian Kemiskinan hingga Ketahanan Pangan

oleh -31 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah dalam Upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Mengusung tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”, peringatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjaga keberlanjutan pembangunan.

Khofifah mengatakan, berbagai program Nawa Bhakti Satya menjadi arah pembangunan Jawa Timur hingga 2029.

“Langkah besar pembangunan Jawa Timur kita wujudkan bersama melalui Nawa Bhakti Satya, sembilan pengabdian mulia yang menjadi kompas prioritas pembangunan Jawa Timur hingga 2029,” ujarnya, Senin, 12/10/2026.

Pada sektor kesejahteraan, tingkat kemiskinan Jawa Timur berdasarkan data Maret 2026 turun menjadi 9,06 persen, dari 9,50 persen pada tahun sebelumnya. Sementara itu, tingkat kemiskinan ekstrem tercatat 0,29 persen pada 2025.

Khofifah optimistis angka kemiskinan ekstrem dapat ditekan hingga nol persen melalui penguatan perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan perluasan kesempatan kerja.

Adapun Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur pada Mei 2026 tercatat 3,42 persen.

Di sektor pangan, Jawa Timur mempertahankan perannya sebagai lumbung pangan nasional. Produksi gabah kering giling sepanjang 2025 mencapai lebih dari 10,4 juta ton atau berkontribusi 17,34 persen terhadap kebutuhan beras nasional.

Sementara itu, di bidang pendidikan, Pemprov Jatim memperluas akses belajar melalui program Jatim World Class Education, termasuk beasiswa santri unggul, penguatan pendidikan vokasi, serta kolaborasi dengan King’s College London.

Pada sektor kesehatan, cakupan perlindungan jaminan kesehatan masyarakat mencapai 96,12 persen hingga September 2026. Usia harapan hidup masyarakat Jawa Timur tercatat 75,36 tahun.

Transformasi pelayanan publik juga diperkuat melalui Ekosistem Majapahit Digital (MAJADIGI). Hingga September 2026, ekosistem tersebut mengintegrasikan 241 layanan untuk mendukung administrasi pemerintahan yang lebih efektif.

Baca Juga :  Ukir Prestasi di Arab Saudi, Tim Robotik SMA Labschool Unesa 1 Torehkan Hasil Gemilang

Khofifah menegaskan, pembangunan harus berjalan inklusif dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan” juga diwujudkan melalui sinergi seluruh elemen masyarakat agar manfaat pembangunan semakin merata.

Dalam upacara tersebut, Khofifah turut menyematkan Tanda Kehormatan Lencana Jer Basuki Mawa Beya. Kategori Emas diberikan kepada 13 tokoh, sedangkan kategori Perak dianugerahkan kepada empat tokoh yang dinilai berkontribusi bagi Jawa Timur.

Khofifah mengajak seluruh masyarakat melanjutkan kolaborasi untuk memperkuat daya saing daerah.

“Mari kita lanjutkan langkah bersama, kita kuatkan keunggulan Jawa Timur, kita perluas kesempatan bagi masyarakat, dan kita jaga keberlanjutan pembangunannya,” pungkasnya. (Fri)