Cetak Generasi Emas 2045, TK PGRI Bondowoso Tanamkan Kreativitas Sejak Dini

oleh -400 Dilihat

KILASJAtIM.COM, Bondowoso – Mempersiapkan generasi berkualitas tidak harus dimulai dari hal besar. Memberikan ruang bagi anak untuk berkreasi, berani mencoba, dan mengekspresikan diri sejak dini menjadi salah satu langkah yang dilakukan melalui lomba mewarnai TK PGRI se-Kabupaten Bondowoso.

Sebanyak 261 siswa pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), dan kelompok bermain (KB) mengikuti babak final lomba mewarnai di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Sabtu (10/10/2026).

Ratusan peserta tersebut merupakan perwakilan terbaik dari masing-masing kecamatan setelah melewati seleksi di tingkat sekolah dan kecamatan. Mereka berkesempatan menunjukkan kreativitas sekaligus mengasah keberanian dan kepercayaan diri melalui karya yang dihasilkan.

Ketua YPLP sekaligus Ketua Panitia, Moh. Mattallep, menjelaskan bahwa peserta final berasal dari 21 kecamatan. Sebelumnya, proses seleksi telah dilaksanakan pada 1–3 Oktober 2026 di sekolah dan kecamatan masing-masing.

“Peserta yang hadir di sini merupakan anak-anak terbaik dari kecamatan masing-masing. Mereka mengikuti seleksi terlebih dahulu, kemudian yang terpilih dibawa ke tingkat kabupaten untuk mengikuti babak final,” ujar Mattallep.

Ia menerangkan, jumlah perwakilan setiap kecamatan disesuaikan dengan jumlah murid. Panitia menerapkan perbandingan satu peserta untuk setiap 10 anak, sehingga kecamatan dengan jumlah murid lebih banyak dapat mengirimkan lebih banyak perwakilan.

Dalam babak final, panitia menyediakan pola gambar yang harus diwarnai peserta. Meski menggunakan gambar yang sama, setiap anak memiliki kesempatan untuk menampilkan hasil karya dengan pilihan dan perpaduan warna sesuai kreativitas masing-masing.

Mattallep menyampaikan bahwa penilaian tidak hanya memperhatikan hasil akhir, tetapi juga kreativitas, kebersihan, dan kesesuaian dalam mewarnai. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diharapkan belajar mengembangkan imajinasi, melatih ketelitian, serta berani menunjukkan kemampuan di hadapan orang lain.

Baca Juga :  BBWI dan tiket.com Dorong Wisata Akhir Tahun Domestik, Tawarkan Diskon Spesial Nataru

“Tujuan kegiatan ini bukan hanya mencari pemenang. Kami ingin anak-anak memiliki keberanian untuk tampil, mengembangkan kreativitas, dan belajar percaya diri ketika bertemu dengan teman-teman dari kecamatan lain,” ungkapnya.

Panitia menyiapkan penghargaan juara pertama, kedua, dan ketiga, serta juara harapan pertama, kedua, dan ketiga. Penghargaan juara favorit juga diberikan di tingkat kecamatan sebagai bentuk apresiasi terhadap potensi peserta didik.

Lomba yang diselenggarakan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Guru Nasional, Hari Gerbong Maut, Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, serta Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Dari total 23 kecamatan di Kabupaten Bondowoso, terdapat dua kecamatan yang belum memiliki lembaga TK PGRI. Karena itu, peserta lomba berasal dari kecamatan yang memiliki lembaga TK PGRI dan mengikuti tahapan seleksi sesuai mekanisme yang ditetapkan panitia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, mengapresiasi pelaksanaan lomba tersebut. Menurutnya, kegiatan kreatif seperti ini dapat menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mendukung perkembangan anak sejak usia dini.

“Kami mengapresiasi kegiatan yang memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengembangkan kreativitas dan potensi mereka. Lomba seperti ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran untuk melatih keberanian, kemandirian, serta rasa percaya diri sejak dini,” tutur Taufan.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan satuan pendidikan dan para pendidik. Pendidikan anak usia dini, menurutnya, tidak cukup hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga harus memperhatikan pembentukan karakter, kreativitas, dan kemampuan sosial anak sesuai tahap perkembangannya.

Mattallep menambahkan, pengalaman mengikuti lomba dapat memberikan pelajaran berharga bagi peserta didik. Ketika memilih warna dan menyelesaikan gambar, anak-anak belajar mengambil keputusan, menjaga ketelitian, serta menuangkan gagasan berdasarkan imajinasi mereka sendiri.

Baca Juga :  Lima Tahun Merger Pelindo, Terminal Teluk Lamong Catat Lonjakan Arus Peti Kemas hingga 2,18 Juta TEUs

Ia berharap kegiatan tersebut turut mendukung upaya mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045. Menurutnya, membangun generasi yang berkualitas perlu dimulai sejak dini dengan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengenali, mengembangkan, dan menunjukkan potensi yang dimiliki.

“Dengan dukungan berbagai pihak, pengembangan potensi anak diharapkan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui kegiatan positif yang memberikan pengalaman belajar secara langsung,” pungkasnya.(wan)