Cegah Kasus Keracunan, Pemkab Bondowoso Perkuat Pengawasan SPPG

oleh -403 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan makanan yang diterima masyarakat tetap aman, berkualitas, dan memenuhi standar kesehatan.

Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan Penguatan Koordinasi, Pembinaan dan Peningkatan Mutu Penyelenggaraan Program MBG yang mempertemukan seluruh kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan Satgas MBG Kabupaten Bondowoso, Rabu (23/9/2026).

Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus upaya memperkuat koordinasi antarpihak agar kualitas penyelenggaraan program MBG terus meningkat.

“Tentu hari ini kegiatannya penguatan koordinasi untuk meningkatkan kualitas mutu MBG yang ada di Kabupaten Bondowoso. Kita mengumpulkan seluruh kepala SPPG kemudian juga melibatkan Satgas yang ada,” kata As’ad.

Menurutnya, evaluasi pelaksanaan MBG tidak hanya berkaitan dengan proses penyelenggaraan, tetapi juga menyangkut kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.

Sejumlah catatan menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut, terutama terkait kualitas makanan dan buah yang disajikan. Selain itu, penyajian makanan juga diharapkan memiliki ukuran yang lebih seragam dan tampilan yang lebih rapi.

“Pada intinya bagaimana MBG ke depan lebih baik lagi, lebih berkualitas lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso dr. Moch. Jasin menegaskan pentingnya penguatan koordinasi dan sinergi dengan seluruh SPPG untuk menjaga keamanan pangan secara berkelanjutan.

Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi bagian dari pencegahan agar kejadian keracunan makanan yang terjadi di sejumlah daerah tidak terjadi dalam pelaksanaan program MBG di Bondowoso.

“Ditekankan pada pertemuan ini sebenarnya kita menguatkan koordinasi dan sinergi dengan SPPG karena banyaknya kasus-kasus keracunan di kabupaten lain. Jangan sampai terjadi di Bondowoso,” tegas Jasin.

Baca Juga :  Pemerintah Tutup 49 SPPG Nakal dalam Program Makan Bergizi Gratis

Ia menjelaskan, penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bukan menjadi akhir dari pengawasan terhadap SPPG. Setelah sertifikat diterbitkan, pengelola tetap harus konsisten menerapkan standar keamanan pangan dalam setiap proses penyediaan makanan.

Saat ini, hampir seluruh SPPG di Kabupaten Bondowoso telah melalui proses SLHS. Sementara satu SPPG di wilayah Curahdami masih dalam proses penerbitan.

“Pasca diterbitkannya SLHS pada SPPG, pengelolaannya tetap aman. Jangan sampai setelah terbit kemudian jadi kendor lagi,” katanya.

Untuk memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga, Dinas Kesehatan Bondowoso akan berkoordinasi dengan Puskesmas dan Satgas MBG untuk melakukan pemantauan secara berkala setiap enam bulan.

Pemantauan dilakukan melalui Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) serta pemeriksaan laboratorium terhadap air, makanan, dan peralatan yang digunakan dalam proses pengolahan makanan.

“Kalau dari Dinas Kesehatan, nanti pemantauannya berupa inspeksi kesehatan lingkungan dan juga pemeriksaan ulang untuk laboratorium air, makanan, dan alat pemrosesan,” jelasnya.

Jasin menambahkan, pengawasan terhadap SPPG tidak menggunakan standar khusus di luar ketentuan pemerintah. Dinas Kesehatan mengacu pada regulasi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Standar tidak ada standar khusus, memang ada yang tertulis di regulasi yang sudah ada, baik regulasi dari Kemenkes maupun BGN. Itu yang kita jalankan,” ujarnya.

Pemeriksaan nantinya mencakup kondisi lingkungan SPPG, pengambilan sampel air dan makanan, hingga pemeriksaan peralatan yang digunakan dalam proses pengolahan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan standar keamanan pangan tidak hanya terpenuhi ketika proses penerbitan SLHS, tetapi juga tetap diterapkan secara konsisten selama program Makan Bergizi Gratis berlangsung.

Melalui penguatan koordinasi, pembinaan, serta pengawasan secara berkala, Pemkab Bondowoso berharap kualitas penyelenggaraan MBG semakin meningkat. Upaya tersebut sekaligus diharapkan dapat memberikan jaminan keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat program MBG di Bondowoso.(wan)