BMKG Wanti-wanti Pemda Jelang Musim Hujan, Waspadai Lonjakan Hujan

oleh -135 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Ilustrasi (Foto: dok kilasjatim.com)

KILASJATIM.COM, Jakarta – BMKG wanti-wanti pemerintah daerah bersiap menghadapi musim hujan 2026/2027. Jarak masuknya musim hujan dengan periode puncak diprakirakan relatif singkat, sehingga lonjakan curah hujan berpotensi terjadi cepat dan meningkatkan risiko banjir hingga tanah longsor.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan musim hujan diprakirakan mulai masuk di sejumlah wilayah Indonesia pada November dan Desember 2026.

Sebanyak 185 zona musim (ZOM) atau 24,66% luas daratan Indonesia diprakirakan memasuki musim hujan pada November. Sementara 266 ZOM atau 17,3% luas daratan menyusul pada Desember.

“Awal musim hujan tahun ini di 529 zona musim atau 61,08 persen daratan mengalami kemunduran dibandingkan rata-rata klimatologinya,” kata Ardhasena dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Meski awal musim hujan cenderung mundur, BMKG justru menyoroti jarak antara awal musim dan puncak hujan yang relatif berdekatan. Kondisi ini membuat pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah antisipasi lebih awal.

Puncak Hujan Desember 2026-Februari 2027

BMKG memprakirakan puncak musim hujan terjadi pada Desember 2026 hingga Februari 2027.

Sebanyak 155 ZOM diprediksi mencapai puncak musim hujan pada Desember 2026. Kemudian 162 ZOM pada Januari 2027 dan 190 ZOM pada Februari 2027.

Selain itu, durasi musim hujan di 482 ZOM diprakirakan lebih pendek dibandingkan kondisi normal.

“Periode antara masuknya musim hujan dengan puncak relatif dekat dan durasinya lebih pendek, sehingga kita perlu mewaspadai lonjakan curah hujan yang berpotensi memicu banjir dan tanah longsor,” ujar Ardhasena.

BMKG mencatat akumulasi curah hujan selama musim hujan 2026/2027 di 510 ZOM atau 69,7% luas daratan diprakirakan berada pada kategori normal. Sementara 147 ZOM atau 18,5% luas daratan diprakirakan mengalami curah hujan di atas normal.

Baca Juga :  Warga Jatim Diimbau Waspadai Hujan Ringan Meski Cuaca Umumnya Cerah

Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi lintas sektor. Pemerintah daerah diminta menyesuaikan jadwal tanam dan mempertimbangkan varietas tanaman berumur pendek untuk sektor pangan.

Di sektor air dan energi, daya tampung drainase serta waduk perlu dioptimalkan. Sementara sektor kesehatan diminta memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi sekaligus mengantisipasi risiko penyakit seperti demam berdarah.

Kewaspadaan terhadap banjir, tanah longsor hingga puting beliung dinilai penting karena peningkatan curah hujan dapat berlangsung dalam waktu relatif singkat.

Peringatan tersebut juga menjadi penting jika melihat pengalaman periode November-Desember tahun sebelumnya. Hujan dengan intensitas sangat tinggi yang terjadi bersamaan dengan pengaruh Siklon Tropis Senyar memicu banjir dan longsor yang berdampak pada masyarakat serta infrastruktur di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kondisi itu menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan tidak cukup dilakukan ketika bencana sudah terjadi. Pemerintah daerah perlu memastikan sistem drainase, waduk, infrastruktur pengendali banjir, jalur evakuasi, hingga kesiapan masyarakat sudah diperkuat sebelum memasuki periode puncak musim hujan.

Dengan jarak awal musim hujan dan puncaknya yang relatif berdekatan, BMKG meminta kewaspadaan dilakukan sejak dini agar potensi bencana hidrometeorologi dapat ditekan. (cit)