Giuseppe Garibaldi Dipoles, Bersiap Jadi KRI Sriwijaya

oleh -47 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Kapal Induk Pertama Indonesia Tiba, Eks Giuseppe Garibaldi Resmi Jadi KRI Sriwijaya. (Foto: Wikipedia)

KILASJATIM.COM, Jakarta – Kapal induk eks-Italia ITS Giuseppe Garibaldi mulai menjalani pengecatan ulang menjelang serah terima kepada Indonesia. Kapal yang diproyeksikan menjadi kapal induk pertama TNI Angkatan Laut itu akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September 2026.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan pengecatan mencakup bangunan dan lambung kapal. Penyesuaian juga dilakukan terhadap penomoran lambung serta nama kapal agar sesuai dengan standar KRI.

“Sedang dilaksanakan pengecatan bangunan maupun lambung kapal agar sesuai standar warna KRI pada umumnya,” kata Tunggul dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026).

Warna abu-abu yang umum digunakan pada kapal perang TNI AL menjadi salah satu bagian dari penyesuaian tersebut.

Tunggul mengatakan pemilihan nama KRI Sriwijaya telah melalui kajian dengan mempertimbangkan aspek historis yang berkaitan dengan sejarah kemaritiman Nusantara.

“Terkait penamaan ITS Giuseppe Garibaldi, tentunya telah dikaji dengan mempertimbangkan aspek historis yang berkorelasi dengan sejarah kemaritiman Nusantara,” ujarnya.

Sebelumnya, sempat beredar kabar kapal tersebut akan menggunakan nama KRI Gajah Mada. Namun, Tunggul tidak menjelaskan lebih lanjut alasan Sriwijaya dipilih.

Ia memastikan perubahan nama akan dilakukan secara resmi melalui prosesi shipnaming dan reflagging.

ITS Giuseppe Garibaldi tiba di Dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (18/9/2026), setelah berlayar dari Taranto, Italia, sejak 24 Agustus 2026.

Meski telah berada di Indonesia, kapal tersebut belum resmi menjadi bagian dari armada TNI AL. Proses serah terima dijadwalkan berlangsung pada Kamis (24/9/2026), sekaligus ditandai pergantian bendera Italia menjadi bendera Merah Putih.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali sebelumnya mengatakan kapal tersebut akan menyandang nama KRI Sriwijaya setelah diserahterimakan kepada Indonesia.

Baca Juga :  TNI Bakal Miliki Kapal Induk Pertama, Giuseppe Garibaldi Ditarget Tiba Sebelum HUT TNI 2026

“Dan (setelah diserahterimakan ke Indonesia) kapal ini akan menjadi namanya menjadi KRI Sriwijaya,” kata Ali saat berada di Dermaga 107 Tanjung Priok, Jumat.

Setelah resmi menjadi bagian dari TNI AL, Giuseppe Garibaldi masih membutuhkan proses retrofit atau modernisasi untuk menyesuaikan kapal dengan kebutuhan operasional Indonesia.

Ali mengatakan proses tersebut akan melibatkan PT Penataran Angkatan Laut (PAL) bersama sejumlah perusahaan asal Italia, termasuk Fincantieri dan kemungkinan Leonardo.

“Retrofit kita akan kerja sama antara PT PAL dengan Fincantieri ya, dengan beberapa mungkin ada dari Leonardo juga ada dari perusahaan lain yang Italia untuk equipment-nya,” ujar Ali.

Menurut Ali, Garibaldi pada dasarnya sudah siap berlayar tanpa harus menjalani modernisasi terlebih dahulu. Namun, penyesuaian tetap diperlukan karena kebutuhan operasional Angkatan Laut Italia berbeda dengan TNI AL.

“Kita harus sesuaikan dengan kebutuhan kita. Mungkin kebutuhan Angkatan Laut Italia beda, kebutuhan kita beda,” katanya.

Penyesuaian itu juga akan mempertimbangkan kondisi perairan tropis Indonesia. TNI AL nantinya menentukan peralatan yang perlu ditambahkan maupun yang tidak lagi dibutuhkan.

Dengan demikian, perubahan Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Sriwijaya tidak berhenti pada pergantian nama dan bendera. Kapal tersebut juga akan menjalani tahapan penyesuaian agar dapat mendukung kebutuhan operasional TNI AL. (cit)