Ratusan Kayu Gelondongan Misterius Terdampar di Pesisir Sumenep

oleh -112 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Penampakan kayu gelondongan dengan label kuning di pantai di Sumenep. Foto: Istimewa)

KILASJATIM.COM, Sumenep – Ratusan kayu gelondongan berukuran besar terdampar dan berserakan di sepanjang pesisir Desa Bicabbi dan Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Kayu-kayu tersebut ditemukan warga pada Minggu (21/9/2026). Hingga kini, belum diketahui asal maupun pemilik ratusan batang kayu yang tersebar di sejumlah titik pantai itu.

Warga Desa Bicabbi, Rochmad, mengatakan kayu gelondongan tersebut mulai diketahui terdampar sejak Minggu pagi.

Menurutnya, sejumlah batang memiliki ukuran cukup besar. Diameter kayu diperkirakan mencapai satu meter dengan panjang sekitar lima meter.

“Diameternya sekitar satu meter, panjangnya kurang lebih lima meter,” kata Rochmad.

Ada Stiker Kuning di Batang Kayu

Selain berukuran besar, beberapa batang kayu juga memiliki stiker berbentuk persegi empat berwarna kuning yang menempel pada permukaannya.

Warga Dungkek, Arifin, menduga kayu-kayu tersebut bukan berasal dari wilayah Madura. Dugaan itu muncul karena ukuran dan bentuk kayu dinilai tidak umum ditemukan di kawasan tersebut.

“Setahu saya, baik di wilayah kepulauan maupun kabupaten lain di Madura, tidak ada kayu seperti ini,” ujarnya.

Yazid menduga kayu gelondongan itu merupakan bagian dari muatan kapal yang terlepas dan jatuh ke laut. Dugaan tersebut didasarkan pada jumlah kayu yang cukup banyak serta persebarannya di sepanjang pesisir.

“Mungkin muatan kapal yang jatuh ke laut karena dihantam cuaca buruk,” ungkap Arifin.

Meski muncul dugaan berasal dari muatan kapal, belum ada kepastian mengenai asal-usul kayu gelondongan tersebut.

Kapal yang diduga membawa muatan kayu, waktu kejadian, serta penyebab kayu hingga terdampar di pesisir Dungkek juga belum diketahui.

Warga berharap pihak terkait segera memeriksa temuan tersebut untuk mengungkap asal muatan dan kemungkinan kaitannya dengan kapal yang melintas di perairan Sumenep.

Baca Juga :  Cegah Kecelakaan, Daop 8 Surabaya Tutup 19 Perlintasan Liar

“Kami ingin tahu itu kayu dari mana,” pungkasnya. (cit)