Kapal Induk Pertama RI Tiba di Tanjung Priok, Eks Giuseppe Garibaldi Jadi KRI Sriwijaya

oleh -205 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Kapal Induk Pertama Indonesia Tiba, Eks Giuseppe Garibaldi Resmi Jadi KRI Sriwijaya. (Foto: Wikipedia)

KILASAJTIM.COM, Jakarta – Kapal induk pertama Indonesia akhirnya tiba di Tanah Air. Eks kapal induk Angkatan Laut Italia, ITS Giuseppe Garibaldi, bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026).

Kapal tersebut tiba setelah berlayar dari Italia sejak akhir Agustus. Saat memasuki perairan Indonesia, Giuseppe Garibaldi dikawal dua kapal perang TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. Keduanya merupakan kapal produksi Fincantieri Italia.

Kedatangan kapal disambut sejumlah pejabat tinggi pertahanan dan TNI. Di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, dan KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.

Kedatangan kapal juga diiringi penampilan marching band TNI.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan Giuseppe Garibaldi sempat singgah di sejumlah negara selama pelayaran dari Italia, salah satunya Sri Lanka.

Dari Sri Lanka, kapal melanjutkan perjalanan menuju Indonesia dan memasuki wilayah perairan nasional melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I di sekitar perairan Bangka, Bangka Belitung.

Setelah masuk wilayah Indonesia, kapal langsung mendapat pengawalan dari KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321 hingga menuju Tanjung Priok.

TNI AL sebelumnya memastikan eks Giuseppe Garibaldi akan menjadi kapal induk pertama dalam jajaran TNI AL dengan nama KRI Sriwijaya. Kapal tersebut sebelumnya sempat disebut akan menggunakan nama KRI Gajah Mada.

Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk bekas Angkatan Laut Italia yang diserahkan kepada Indonesia melalui skema hibah pemerintah Italia.

Pemerintah Italia sebelumnya mengoperasikan kapal tersebut selama puluhan tahun. Giuseppe Garibaldi mulai digunakan Angkatan Laut Italia pada 1985 dan berhenti beroperasi pada 1 Oktober 2024.

Baca Juga :  John Herdman Terkesan Atmosfer Sepak Bola Indonesia Usai Resmi Diperkenalkan PSSI

Pemerintah Indonesia tetap harus mengalokasikan anggaran untuk melakukan retrofit atau penyesuaian teknologi agar kapal memenuhi kebutuhan operasional TNI AL. Kementerian Pertahanan sebelumnya menjelaskan bahwa status hibah tidak berarti Indonesia tidak mengeluarkan biaya.

Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk dengan dek penerbangan yang dapat mendukung pengoperasian pesawat sayap tetap serta helikopter. Kapal ini juga memiliki fasilitas untuk operasi pesawat dengan kemampuan short take-off and vertical landing (STOVL).

Kapal memiliki panjang sekitar 180 meter dan lebar 33 meter. Kecepatan maksimumnya mencapai 30 knot atau sekitar 56 km/jam.

Dalam kecepatan jelajah sekitar 20 knot, kapal dapat menempuh jarak hingga sekitar 13 ribu kilometer.

Kapal berbobot sekitar 14 ribu ton tersebut dapat mengakomodasi sekitar 550 awak kapal, 100 staf, serta 180 personel penerbangan.

Giuseppe Garibaldi juga telah menjalani sejumlah peningkatan kemampuan, termasuk modernisasi pada 2003 dan restrukturisasi besar pada 2013.

Kini, kapal tersebut telah tiba di Indonesia dan dipersiapkan untuk menjalani penyesuaian sebelum dioperasikan sesuai kebutuhan TNI AL. Kedatangannya menandai masuknya kapal induk pertama ke dalam jajaran armada Indonesia. (cit)