Pertamina Goes To Campus  2026 di ITS Buka Ruang Kolaborasi Bersama Perguruan Tinggi 

oleh -40 Dilihat
PGTC 2026 di ITS tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi berlanjut dalam berbagai bentuk kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan ketahanan energi nasional. Selain riset dan pengembangan teknologi, mahasiswa juga didorong mengenal peluang kewirausahaan melalui berbagai program Pertamina untuk generasi muda dan UMKM. (kilasjatim.com./ 

KILASJATIM. COM, Surabaya –  PT Pertamina kembali menggelar  kegiatan Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026.  Setelah sebelumnya sukses dilaksanalan di Institute Teknologi Bandung (ITB). Untuk kegiatan di  Surabaya dipusatkan di Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Selasa (15/9/2026).

Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita  dalam sambutannya mengatakan, PGTC merupakan rangkaian nasional yang telah dimulai melalui kick off di ITB Bandung pada 21 Mei 2026 dan dilanjutkan di sejumlah perguruan tinggi bersama berbagai anak usaha Pertamina. PGTC menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mendekatkan industri energi dengan mahasiswa dan sivitas akademika.

 “Kegiatan ini  menjadi momentum penting di tengah kebutuhan energi Indonesia yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. Energi Indonesia bukan sekadar komoditas, tetapi penggerak kehidupan, aktivitas ekonomi dan tentunya juga untuk mendukung pembangunan di Indonesia,” kata Arya yang  mewakili Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri.

Di tengah meningkatnya kebutuhan energi, Pertamina menjalankan dua strategi secara bersamaan, yakni memperkuat bisnis eksisting minyak dan gas bumi sekaligus mengembangkan energi baru terbarukan sebagai bagian dari bisnis hijaunya. Transformasi dan inovasi menjadi bagian penting dari langkah tersebut, termasuk dengan membuka ruang kolaborasi bersama perguruan tinggi.

“Pertamina memiliki pengalaman dari perspektif industri, sementara kampus memiliki pengetahuan dari sisi riset, gagasan dan perspektif akademik. Pertemuan keduanya inilah yang nantinya insyaallah akan membuat Indonesia menjadi lebih kuat dan membantu menjaga ketahanan energi Indonesia,” jelasnya.

Di ajang PGTC ITS tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi berlanjut dalam berbagai bentuk kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan ketahanan energi nasional. Selain riset dan pengembangan teknologi, mahasiswa juga didorong mengenal peluang kewirausahaan melalui berbagai program Pertamina untuk generasi muda dan UMKM.

Baca Juga :  Mecca, Sistem WABot Pemandu Jamaah Haji dan Umrah Karya ITS

Sementara itu Direktur Operasi PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Didik Bahagia, mengatakan Pertamina Goes to Campus (PGTC) bukan sekadar kegiatan untuk memperkenalkan perusahaan kepada mahasiswa, tetapi menjadi ruang dialog antara industri dan generasi muda untuk membahas tantangan energi Indonesia.

“Pertamina saat ini terus memperkuat integrasi bisnis energi, termasuk pengadaan minyak mentah, pengolahan, penyimpanan, distribusi hingga pemasaran produk energi. Integrasi tersebut membuat rantai pasok energi dapat berjalan lebih efisien sekaligus memastikan kebutuhan energi masyarakat dan dunia usaha tetap terpenuhi. Penggabungan ini langkah strategis agar rantai pasok bisnis energi, mulai dari pengolahan, distribusi hingga sampai ke tangan masyarakat, dapat berjalan lebih efisien dan terintegrasi,” ujarnya.

Didik mengapresiasi ITS yang telah menjadi mitra strategis Pertamina dalam mempertemukan perspektif akademik, kebutuhan industri dan potensi generasi muda. Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan PGTC, tetapi berlanjut dalam pengembangan inovasi, teknologi, riset dan sumber daya manusia untuk menjawab kebutuhan industri energi ke depan.

Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Bambang Pramujati, menyambut baik pelaksanaan PGTC 2026 di kampus ITS. Ia menyampaikan apresiasi kepada PT Pertamina atas kepercayaan menjadikan ITS sebagai salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan yang bertujuan mendekatkan mahasiswa dengan dunia industri, khususnya sektor energi.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Pertamina dan selamat datang di kampus kami. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk melaksanakan kegiatan Pertamina Goes to Campus di ITS,” ujarnya.

Ditambahkan Bambang, kegiatan tersebut juga sejalan dengan tema PGTC 2026, yakni Igniting the Future: Ideas and Action to Drive Impact, yang mendorong generasi muda tidak berhenti pada gagasan, tetapi mampu mewujudkannya menjadi aksi nyata.

“Perubahan itu selalu dimulai dari gagasan. Tetapi gagasan yang bagus jangan berhenti di konsep, melainkan harus diwujudkan menjadi karya nyata yang bisa menghasilkan manfaat bagi kita semua. Kami berharap kerja sama ITS dan Pertamina semakin kuat, ” tegasnya.

Baca Juga :  ASAKI: Harga LNG Turun Jadi US$13 MMBtu, Biaya Gas Industri Keramik Susut hingga 40 Persen

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth Marcelino Verieza Dumatubun, mengatakan, pemilihan ITS sebagai lokasi karena ITS merupakan salah satu kampus yang memberikan dan menghasilkan kontribusi, tidak saja dari sisi teknologi yang digunakan oleh Pertamina secara umum maupun Pertamina Patra Niaga secara khusus.

” ITS juga menjadi salah satu penghasil sarjana atau lulusan yang banyak kemudian bergabung dengan Pertamina, khususnya Pertamina Patra Niaga. Acara kali ini cukup spesial karena kami bisa menghadirkan empat direktur Pertamina Patra Niaga yang keempat-empatnya merupakan alumni ITS. Harapannya, Pertamina Goes to Campus di ITS ini pertama-tama dapat memberikan pemahaman, informasi, dan pengetahuan, terutama kepada mahasiswa, supaya mereka bisa lebih dini mempersiapkan diri dari sisi akademis maupun pengalaman organisasi, ” imbuhnya.

Dijelaskan Robert, Pertamina saat ini sudah bergerak tidak saja di bisnis energi fosil, tetapi juga energi baru terbarukan. Bagaimana solar panel, biomassa, serta pemanfaatan energi terbarukan akan menjadi tantangan ke depan.

Harapannya, adik-adik mahasiswa yang nantinya akan membawa Pertamina ke depan dalam bisnis energi tidak hanya bergerak di energi fosil untuk BBM, LPG, dan sebagainya, tetapi juga tetap menjaga dan mengembangkan Pertamina di sektor energi terbarukan.

“Salah satu entitas energi di Indonesia, khususnya di bidang energi BBM atau energi fosil, adalah Pertamina. Jadi, ini harus kita jaga bersama agar kedaulatan dan ketahanan energi tidak menjadi persoalan di kemudian hari, ” pungkas Robert didampingi Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus. (nov)