3.185 Maba Umsura Galang Bantuan untuk Perempuan dan Anak Korban Bencana NTT

oleh -456 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Sebanyak 3.185 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menggelar aksi solidaritas untuk perempuan dan anak korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam pembukaan Mastama, Ordik, dan Expo UKM (MOX) 2026, Senin (14/9/2026), mereka mengangkat pembalut, popok, dan boneka sembari menyanyikan lagu Tanah Air.
Aksi tersebut bukan sekadar simbolik. Ribuan barang yang dikumpulkan mahasiswa akan disalurkan kepada korban bencana di NTT melalui Lazismu Jawa Timur.

Rektor Umsura, Prof. Mundakir, mengatakan bantuan tersebut sengaja diarahkan pada kebutuhan yang kerap terlewat dalam penanganan bencana, khususnya kebutuhan perempuan dan anak. “Perempuan memiliki kebutuhan biologis yang tetap berlangsung dalam bencana. Menstruasi, kehamilan, persalinan, menyusui, dan kebutuhan kesehatan reproduksi tidak berhenti ketika terjadi bencana,” terang Mundakir.

Menurutnya, pembalut dan popok semestinya menjadi bagian dari kebutuhan dasar dalam bantuan bencana karena berkaitan dengan kesehatan, kebersihan, martabat, dan perlindungan kelompok rentan. “Pembalut dan popok seharusnya masuk dalam bantuan dasar korban bencana, termasuk di NTT. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi menyangkut kesehatan, kebersihan, martabat, dan perlindungan kelompok rentan,” katanya.

Sementara boneka diperuntukkan bagi anak-anak sebagai bagian dari dukungan psikososial. Bantuan tersebut diharapkan membantu anak menghadapi kecemasan dan kehilangan akibat bencana. “Dalam konteks psikologi kebencanaan, boneka dapat menjadi bagian dari dukungan psikososial,” jelas Mundakir.

Selain menggalang bantuan, Umsura juga melepas mahasiswa yang akan menjadi relawan di NTT selama satu bulan. Mereka tergabung dalam Aksi Mahasiswa Tanggap Bencana (Matana). “Di Umsura memang membuka open recruitment Aksi Mahasiswa Tanggap Bencana (Matana) untuk NTT, jadi yang diberangkatkan nanti dari beragam jurusan dan tentu kegiatan ini akan dikonversikan sebagai agenda KKN,” papar Mundakir.

Baca Juga :  Peduli Korban Bencana, Muhammadiyah Jatim Salurkan Bantuan ke Aceh Tamiang dan Langkat

Mundakir menegaskan, perlindungan perempuan dan anak harus menjadi bagian dari setiap tahapan penanganan bencana, mulai kondisi darurat hingga pemulihan. “Dalam situasi bencana, perempuan dan anak merupakan kelompok rentan yang harus mendapatkan perhatian khusus dalam setiap tahapan penanganan agar bantuan dan perlindungan dapat diberikan secara tepat sasaran,” pungkas Mundakir.(tok)