Mahasiswa Unusa Ditantang Siap Hadapi Indonesia Emas 2045

oleh -378 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengajak mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mempersiapkan diri menghadapi Indonesia Emas 2045. Pesan itu disampaikan Emil saat memberikan kuliah perdana pada Pengukuhan Mahasiswa Baru Unusa, Senin (7/9/2026).

Dalam kuliah bertema: Naik Level, Menjadi Generasi Pembelajar, Penggerak, dan Pemberi Dampak Menuju Indonesia Emas 2045, Emil mengingatkan mahasiswa bahwa mereka akan berada di usia sekitar 37–38 tahun saat Indonesia memasuki 2045. Karena itu, masa kuliah harus menjadi momentum membangun kapasitas, karakter, dan kontribusi. “Indonesia Emas 2045 tidak dimulai dua puluh tahun lagi, tetapi dimulai hari ini,” kata Emil.

Menurut Emil, perkembangan kecerdasan buatan (AI), otomasi, transformasi digital, perubahan ekonomi, hingga persoalan iklim dan kesehatan akan mengubah kebutuhan dunia kerja. Mengutip World Economic Forum Future of Jobs Report 2025, ia menyebut sekitar 22 persen pekerjaan diproyeksikan mengalami disrupsi hingga 2030, sementara 39 persen keterampilan pekerja diperkirakan berubah.

Emil menekankan mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan ijazah. Mereka perlu memadukan kompetensi teknologi dengan kemampuan manusia seperti berpikir kreatif, beradaptasi, berkolaborasi, memimpin, dan terus belajar.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menggunakan AI secara bijak. Teknologi tersebut, menurutnya, harus menjadi alat bantu berpikir, bukan pengganti proses berpikir manusia. “Gunakan AI untuk memperluas pikiran, bukan menggantikan pikiran,” pesannya.

Emil mendorong mahasiswa menerapkan ilmu melalui pengalaman nyata dengan pola learn, do, reflect, improve, dan share. Jawa Timur, kata dia, dapat menjadi laboratorium pembelajaran melalui berbagai persoalan seperti kesehatan, UMKM dan ekonomi pesantren, lingkungan, ketahanan pangan, literasi digital, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat.

Ia merangkum pesannya melalui tiga fondasi utama, yakni capacity, character, dan contribution. Kapasitas membangun pengetahuan dan keterampilan, karakter memperkuat integritas dan tanggung jawab, sedangkan kontribusi memastikan ilmu yang dimiliki memberi manfaat bagi masyarakat. “Naikkan kapasitasmu, teguhkan karaktermu, perluas kolaborasimu, dan wujudkan kontribusimu,” pungkas Emil.(tok)

Baca Juga :  Serapan Anggaran Rendah hingga Tunggakan Pajak, Ini Respons Wali Kota Eri Cahyadi