Festival Maulid Curahdami Satukan Seluruh Desa dalam Semarak Budaya dan Kebersamaan

oleh -322 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap tradisi Islam serta budaya lokal mewarnai pelaksanaan Festival Maulid 1448 H/2026 M Curahdami yang digelar pada Jumat (4/9/2026). Berbagai rangkaian kegiatan tersaji untuk menghibur sekaligus mempererat tali silaturahmi masyarakat.

Kegiatan diawali dengan Pawai Lampion dan Musik Patrol Kerinduan yang mengambil rute dari Balai Desa Jetis menuju Lapangan Desa Jetis. Sebanyak 500 peserta dari berbagai lembaga di Kecamatan Curahdami turut ambil bagian dalam pawai tersebut. Cahaya lampion yang berpadu dengan alunan musik patrol menghadirkan suasana semarak dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang memadati sepanjang rute pawai.

Usai pawai, kemeriahan berlanjut di Lapangan Desa Jetis melalui Pagelaran Budaya Rakyat Curahdami. Acara ini dimeriahkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari Forkopimcam, kepala desa dan lurah, hingga lembaga pendidikan dan pelaku seni budaya yang menampilkan beragam kreasi dan pertunjukan.

Tak hanya menyuguhkan hiburan rakyat, festival ini juga menjadi wadah pelestarian budaya daerah. Beragam penampilan seni tradisional ditampilkan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya yang terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat Curahdami.

Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian adalah pertunjukan rakyat bertajuk “Misteri Gunung Piramid Lereng Argopuro: Sungkan Marang Alam” karya GAS Productions. Pertunjukan tersebut mengangkat kisah yang terinspirasi dari kearifan lokal dan kekayaan budaya masyarakat lereng Argopuro, dipadukan dengan pesan pelestarian alam yang kuat.

Camat Curahdami, Guruh Purnama Putra, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Festival Maulid Curahdami. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata semangat kebersamaan masyarakat yang terus terjaga.

“Festival Maulid Curahdami bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta melestarikan budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Curahdami. Yang membanggakan, seluruh desa di Kecamatan Curahdami turut ambil bagian dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Santri se Malang Raya Siap Kawal Kemenangan Jokowi-Ma'ruf hingga TPS

Guruh menambahkan, keterlibatan seluruh desa menunjukkan tingginya rasa memiliki dan semangat gotong royong masyarakat dalam menyukseskan agenda bersama.

“Kami berharap Festival Maulid ini dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan yang dinantikan masyarakat. Selain memperkuat nilai-nilai keagamaan, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas, potensi seni budaya, serta mempererat hubungan antardesa di Kecamatan Curahdami,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jetis, Saibudin Hakim, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan Festival Maulid Curahdami yang dipusatkan di Desa Jetis. Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Curahdami.

“Alhamdulillah, kami bersyukur Festival Maulid Curahdami dapat berlangsung dengan lancar dan meriah. Kehadiran peserta dari seluruh desa di Kecamatan Curahdami menunjukkan kuatnya rasa persaudaraan dan kebersamaan yang terjalin di tengah masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, Festival Maulid tidak hanya menjadi sarana memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi, melestarikan budaya lokal, serta menumbuhkan semangat gotong royong.

“Kami merasa bangga Desa Jetis dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan ini. Semoga kebersamaan yang terjalin melalui Festival Maulid dapat terus terjaga dan menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun desa dan kecamatan yang lebih maju,” ujar Saibudin.

Dengan perpaduan nuansa religius, seni, dan budaya, Festival Maulid Curahdami tidak hanya menjadi sarana peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan, menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal, serta menjaga nilai-nilai kebersamaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Festival ini pun berlangsung meriah dan menjadi ruang kebersamaan yang mempererat hubungan antarwarga dalam suasana penuh khidmat dan kegembiraan.(wan)