XLSmart Bangun Infrastruktur Jaringan , Buka Peluang Ekonomi Baru dan Tingkatkan Dunia Usaha 

oleh -57 Dilihat
Merza Fachys ,Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART,  Shurish Subbramaniam – Direktur & Chief Technology Officer XLSMART,  Astiyanto Tri Muktiwibowo – Group Head Marketing Segment SMARTFREN XLSMART, Dodik Ariyanto – Regional Group Head XLSMART Area Jawa Timur, Reza Z. Mirza – Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSMART, Edtine Pamilien Gensana – Brand Marketing SMARTFREN XLSMART dalam kegiatan Media update 5G Smartfren Unlimited du Surabaya, Jumat (4/9/2026) (kilasjatim.com/Nova) 

KILASJATIM. COM, Surabaya – PT XLSMART terus memacu transformasi infrastruktur telekomunikasinya pasca-integrasi dua jaringan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat dan dunia usaha di Indonesia.

 Pada 2026, XLSMART meningkatkan panduan capitalized capex dari Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun untuk mendukung pengoperasian lebih dari 265 ribu BTS, perluasan layanan 5G, serta pemanfaatan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz.

Pembangunan tersebut dilakukan untuk menjawab pertumbuhan kebutuhan digital sekaligus memperluas manfaat konektivitas. XLSMART tidak hanya memperkuat jaringan di kawasan dengan pertumbuhan trafik tinggi, tetapi juga meningkatkan kualitas konektivitas di wilayah yang masih membutuhkan dukungan jaringan lebih baik.

Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan, pembangunan infrastruktur digital harus memberikan manfaat nyata bagi Indonesia.

“Kami memperkuat jaringan secara bertahap dan berdasarkan kebutuhan setiap wilayah, baik di kawasan dengan pertumbuhan trafik tinggi maupun wilayah yang masih membutuhkan konektivitas lebih baik, ” ujar Merza Fachys kepada media di Surabaya,  Jumat (4/9/2026).

Pada kesempatan yang sama, Direktur dan Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam, mengatakan,  XLSMART memanfaatkan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz. Spektrum 700 MHz mendukung perluasan jangkauan dan penetrasi sinyal yang lebih baik, sedangkan spektrum 2,6 GHz menyediakan kapasitas besar untuk kawasan dengan konsumsi dan kepadatan trafik tinggi.

Implementasi kedua spektrum dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, perkembangan trafik, kesiapan infrastruktur, dan karakteristik setiap wilayah. Peningkatan panduan capitalized capex 2026 dialokasikan untuk mendukung pemanfaatan spektrum baru sekaligus mempercepat sejumlah investasi jaringan yang sebelumnya dijadwalkan pada tahun berikutnya.

“Integrasi dua jaringan yang dilakukan perusahaan hampir rampung. Langkah ini diiringi dengan efisiensi berupa pengurangan BTS yang terduplikasi serta penambahan 9.000 BTS baru untuk memperluas jangkauan layanan. Tahun lalu dan tahun ini investasi kita memang besar karena integrasi dan peluncuran 5G. Kita melakukan tiga proyek sekaligus: integrasi, ekspansi, dan 5G,” jelasnya..

Baca Juga :  Liburan Natal dan Tahun Baru 2026  Trafik Data XLSMART Mengalami Kenaikan 12%

Investasi jaringan dan perluasan 5G terus memperkuat kualitas jaringan XLSMART dengan cakupan yang semakin luas, kecepatan tinggi, serta konektivitas yang stabil dan andal di Indonesia.Berdasarkan analisis Speedtest Intelligence®️ pada semester pertama 2026, jaringan XLSMART yang digunakan pelanggan melalui layanan XL meraih empat penghargaan dari Ookla®️, yaitu Best Mobile Network, Best 5G Network, Fastest 5G, dan Best 5G Video Experience di Indonesia. Informasi selengkapnya dapat dilihat melalui Speedtest Awards Indonesia semester pertama 2026.

Hingga semester pertama 2026, layanan 5G XLSMART telah hadir di lebih dari 50 kota, didukung sekitar 15 ribu BTS 5G, dengan cakupan populasi nasional mencapai 23%. Pengembangannya dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan dan kesiapan ekosistem agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha.

Selain memperkuat infrastruktur jaringan, XLSMART juga memperluas manfaat teknologi melalui pengembangan produk, kanal digital, dan kolaborasi dengan mitra. Salah satunya melalui kolaborasi XLSMART bersama Google untuk menghadirkan Gemini AI Plus dan Cloud Storage bagi pelanggan.

XLSMART meyakini pembangunan infrastruktur digital perlu berjalan bersama pengembangan ekosistem dan kolaborasi antara pemerintah, operator telekomunikasi, perusahaan teknologi, produsen perangkat, dunia usaha, serta pemangku kepentingan lainnya.

Memasuki paruh kedua 2026, XLSMART akan memusatkan pengembangan pada peningkatan pengalaman pelanggan, optimalisasi spektrum, perluasan 5G dan ekosistemnya, serta penguatan layanan digital, serta kolaborasi untuk menjawab perubahan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

Perusahaan mengalokasikan investasi besar sepanjang tahun ini untuk merampungkan tiga proyek strategis, yakni integrasi jaringan, ekspansi cakupan base transceiver station (BTS), serta perluasan layanan 5G di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam pengembangan 5G, XLSMART mencatat akselerasi yang melampaui target awal. Dari target 88 kota, perusahaan meningkatkan sasarannya menjadi 101 kota hingga akhir Desember mendatang. Saat ini, penggalangan jaringan 5G telah menjangkau sekitar 60 kota dan akan digenjot di sisa bulan yang ada.

Baca Juga :  Telkom Cek Kesiapan Infrastruktur dan Layanan Telekomunikasi Jelang HUT RI ke-79 di IKN

Secara keseluruhan jaringan, XLSMART saat ini mengoperasikan sekitar 27.000 BTS, dengan 15.000 BTS di antaranya telah aktif memancarkan sinyal 5G. Angka ini mencakup hampir setengah dari total jaringan yang dimiliki perusahaan. Untuk penyediaan perangkat BTS, XLSMART bermitra dengan dua vendor asal Tiongkok, yaitu Huawei dan ZTE, dengan porsi sekitar 50:50.

Untuk perencanaan tahun depan, XLSMART bakal berfokus pada dua proyek utama, yaitu melanjutkan komersialisasi 5G serta melanjutkan ekspansi ke area-area baru. Dari total 360 kota yang menjadi fokus utama XLSMART, sekitar satu per tiga di antaranya telah terlayani jaringan 5G.

Guna menjangkau wilayah terpencil atau daerah yang sulit dijangkau secara ekonomis—seperti area yang membutuhkan penggelaran kabel fiber optik bawah laut yang mahal—XLSMART juga membuka peluang eksplorasi teknologi baru, termasuk potensi kerja sama dengan penyedia satelit seperti Starlink. (nov)