Keracunan MBG Sidoarjo, Ning Lia Datangi Santri dan Beri Dukungan Mental

oleh -105 Dilihat
Oleh
Frizal
Reporter

KILASJATIM.COM, Sidoarjo – Jumlah korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, mencapai 593 orang. Di tengah proses perawatan, Anggota DPD RI Lia Istifhama atau Ning Lia datang langsung menemui para santri korban untuk memberikan penguatan mental.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mencatat 593 orang mengalami gangguan kesehatan dalam insiden tersebut hingga Rabu (2/9/2026) pukul 19.00 WIB.

Ning Lia yang datang dari Jakarta mengunjungi korban yang menjalani perawatan di RS Delta Surya Sidoarjo. Puluhan santri Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Dalam kunjungannya, Ning Lia berbincang dengan para santri dan memberikan motivasi agar mereka tetap tenang selama menjalani pemulihan.

Pendampingan itu dilakukan sebagai bentuk dukungan psikologis setelah para santri mengalami gangguan kesehatan secara mendadak.

Kondisi Pasien Mulai Membaik

Di RS Delta Surya, kondisi mayoritas pasien disebut mulai membaik. Direktur RS Delta Surya Sidoarjo, dr Warih Kusumaningtyas, mengatakan sejumlah pasien yang kondisinya telah stabil diperbolehkan pulang.

“Alhamdulillah kondisi para pasien secara umum terus membaik. Sebagian besar gejalanya sudah tertangani dengan baik,” kata Warih.

Menurut dia, pasien yang sudah stabil dan memenuhi persyaratan medis telah diizinkan kembali ke rumah.

RS Delta Surya merupakan satu dari sejumlah rumah sakit di Sidoarjo yang menangani korban dugaan keracunan MBG sejak Selasa (1/9/2026).

Ning Lia mengapresiasi respons tenaga medis yang menangani pasien yang datang secara bergelombang.

“Saya mengapresiasi kesiapsiagaan tim medis RS Delta Surya yang memberikan pelayanan medis terbaik untuk korban,” ujarnya, Rabu (2/9/2026).

Ning Lia: Utamakan Pertolongan

Ning Lia juga menyoroti pentingnya penanganan korban dalam situasi darurat. Menurutnya, penanganan terhadap korban harus menjadi prioritas ketika terjadi musibah.

Baca Juga :  Rarusan Santri Ponpes Mambaul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG

“Saat terjadi musibah, seharusnya tidak perlu mencari siapa yang salah terlebih dahulu, tetapi mencari siapa yang pertama kali harus diberikan pertolongan,” tegasnya.

Sementara itu, penanganan medis terhadap para korban masih berjalan. Penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami ratusan penerima MBG tersebut masih dalam proses investigasi dan pemeriksaan lebih lanjut. (FRI)