Update: Santri Diduga Keracunan MBG Sidoarjo Bertambah, Kini Capai 500 Orang

oleh -35 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
Suasana saat para santri dievakuasi ke beberapa rumah sakit di Sidoarjo untuk mendapat perawatan medis. (Foto: Ist)

KILASJATIM.COM, Sidoarjo — Jumlah santri yang diduga keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, melonjak. Dari sebelumnya 239 orang, kini total pasien yang mendapat penanganan mencapai 500 orang.

Ratusan santri tersebut ditangani di delapan rumah sakit di Sidoarjo. Data terbaru pada Rabu (2/9/2026) pagi mencatat 320 pasien sudah diperbolehkan pulang, 65 masih menjalani rawat inap, dan 115 lainnya masih dalam observasi.

RSUD R.T. Notopuro menjadi rumah sakit dengan jumlah pasien terbanyak, yakni 334 orang. Sebanyak 239 pasien sudah pulang, 92 masih diobservasi, dan tiga lainnya menjalani rawat inap.

RSI Siti Hajar menangani 74 pasien. Rinciannya, 29 masih dirawat, 40 sudah pulang, dan lima pasien dalam observasi.

Kemudian RSU Aisyiyah Siti Fatimah menangani 47 pasien, dengan delapan masih dirawat dan 39 sudah pulang.

RS Delta Surya menangani 20 pasien. Sebanyak 15 pasien masih dirawat, satu sudah pulang, dan empat masih diobservasi.

Sementara itu, RS Pusura Candi menangani 13 pasien yang seluruhnya masih dalam observasi.

RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong merawat delapan pasien dan seluruhnya masih menjalani rawat inap.

Adapun RS Arafah Anwar Medika menangani tiga pasien, dengan dua masih dirawat dan satu sudah pulang. RS Anwar Medika menangani satu pasien yang masih dalam observasi.

Delapan Santri Masih Dirawat di RS Bhayangkara

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, dr Zaid, membenarkan delapan santri masih menjalani rawat inap di rumah sakit tersebut.

“Sampai pagi ini masih ada delapan santri yang menjalani rawat inap,” ujar Zaid, Rabu (2/9/2026).

Para santri tersebut diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah.

Baca Juga :  BGN Hentikan Insentif SPPG yang Tak Penuhi SOP Program MBG

Makanan MBG didistribusikan sekitar pukul 10.00 WIB dan kemudian disantap para santri sekitar pukul 12.00 WIB.

Menu yang dibagikan terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, dan buah apel.

Sebelumnya, ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, mulai mengalami keluhan pada Selasa (1/9/2026) sore.

Gejala disebut mulai muncul setelah para santri melaksanakan salat Zuhur. Memasuki waktu Asar, jumlah santri yang mengalami keluhan bertambah.

Menjelang malam, sejumlah santri kemudian dibawa ke berbagai fasilitas kesehatan untuk mendapat penanganan.

Hingga Rabu pagi, jumlah pasien yang tercatat mencapai 500 orang.

Penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan. Jumlah pasien juga masih dapat berubah seiring proses pendataan, observasi, dan penanganan medis di rumah sakit. (cit)