Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur BI, Stabilitas Jadi Prioritas

oleh -28 Dilihat
Oleh
Redaksi
Editor
DPR RI resmi menetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031. (Foto: dok/Ist)

KILASJATIM.COM, Jakarta – DPR RI resmi menetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031. Destry menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri pada 25 Juli 2026.

Penetapan Destry dilakukan dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-4 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027, Selasa (1/9/2026).

Ketua DPR RI Puan Maharani mengucapkan selamat kepada Destry serta pejabat BI lainnya yang ditetapkan untuk periode tersebut.

“Semoga dapat menjalankan amanah ini dengan penuh integritas, bertanggung jawab dan tetap amanah,” kata Puan dalam rapat paripurna.

Usai ditetapkan, Destry langsung menyampaikan arah kebijakan yang akan menjadi fokusnya. Stabilitas moneter menjadi prioritas utama, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi.

Destry mengatakan kondisi global dapat berdampak langsung terhadap perekonomian Indonesia. Karena itu, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi menjadi kunci.

“Kalau kita lihat, global ketidakpastian masih tinggi. Jadi artinya stabilitas itu tetap menjadi prioritas kita,” ujar Destry usai rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, kebijakan BI ke depan tidak akan banyak berubah dari arah yang sudah berjalan selama ini. Kebijakan yang terbukti baik akan dilanjutkan dengan menyesuaikannya terhadap kondisi ekonomi.

“Kalau yang sudah baik dan sesuai dengan keadaan perkembangan zaman itu pasti akan kita lanjutkan. Karena kebijakan itu sangat tergantung dengan kondisi yang terjadi,” katanya.

Selain stabilitas moneter, Destry menekankan pentingnya sinergi kebijakan moneter dan fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Salah satu yang akan diperkuat adalah koordinasi BI dengan Kementerian Keuangan, terutama dalam penyediaan likuiditas. Menurut Destry, kebijakan moneter dan ekspansi fiskal perlu berjalan seirama agar saling mendukung.

“Bagaimana Bank Indonesia dengan Kementerian Keuangan itu kan harus bisa bersama-sama untuk mem-provide likuiditas,” ujarnya.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini Tembus Rp 2,431 Juta per Gram

Destry menilai koordinasi kedua lembaga penting agar kebijakan fiskal dan moneter tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Bagaimana fiskal-moneter kita ini bisa seirama bergeraknya,” tambahnya.

Ia menyebut arah tersebut sebagai bagian dari semangat “Sinergi Merah Putih” untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. Meski demikian, sinergi tetap dilakukan dengan menjaga mandat dan kewenangan masing-masing lembaga.

Perjalanan Destry Menuju Kursi Gubernur BI

Destry sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI. Setelah Perry Warjiyo mundur, Destry sempat dipercaya sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI.

Destry kemudian menjadi calon tunggal Gubernur BI yang diajukan Presiden Prabowo Subianto kepada DPR.

Komisi XI DPR selanjutnya menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap Destry pada 26 Agustus 2026.

Sehari setelahnya, Komisi XI menetapkan Destry sebagai Gubernur BI periode 2026-2031 melalui musyawarah mufakat.

Selain Destry, Komisi XI juga menetapkan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur. Keduanya akan menjalankan masa jabatan yang sama, yakni 2026-2031.

Dengan penetapan di rapat paripurna DPR, Destry kini resmi memimpin BI untuk lima tahun ke depan dengan tantangan utama menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global. (cit)