KILASJATIM.COM, Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyoroti laporan dugaan penarikan setoran parkir secara tunai kepada juru parkir (jukir). Eri meminta pengelolaan parkir diperiksa menyeluruh dan mengancam mengganti jukir, pengawas hingga petugas Dinas Perhubungan (Dishub) jika praktik pembayaran tunai masih ditemukan.
Dugaan tersebut mencuat setelah seorang jukir bernama Didit mengaku masih diminta menyetorkan uang secara tunai kepada pihak Dishub. Padahal, lokasi parkir tempatnya bekerja disebut telah terdaftar di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Surabaya dan menerapkan sistem digital.
“Di tempat saya bekerja ini masih ada pungutan. Saya cuma ingin menanyakan legalnya saja. Jadi ini sebenarnya memang ilegal atau legal,” kata Didit, Selasa (1/9/2026).
Didit mempertanyakan alasan masih adanya penarikan setoran tunai ketika sistem pembayaran parkir telah diarahkan secara digital. Dia berharap seluruh pihak mengikuti sistem non-tunai dan tidak memanfaatkan mekanisme pengelolaan parkir untuk melakukan pungutan liar.
“Karena kan kita sudah terdaftar dan ada di Bapenda, istilahnya sudah berjalan digitalisasi. Tapi kok masih ada penarikan secara tunai,” ujarnya.
Dishub Periksa Alur Setoran
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Dishub Surabaya Trio Wahyu Bowo mengatakan pihaknya telah memeriksa alur setoran parkir. Pemeriksaan dilakukan mulai dari uang yang disetorkan jukir, pencatatan oleh Kepala Pelataran (Katar), hingga transfer ke Bank Jatim.
Dari pemeriksaan tersebut, Dishub menemukan adanya selisih pendapatan.
“Ada salah satu jukir yang menyatakan sudah menyetorkan beberapa rupiah. Tapi ketika masuk ke Katar, masuk ke dalam atau ditransferkan ke Bank Jatim, itu kami periksa memang terdapat beberapa selisih pendapatan,” kata Trio.
Dishub juga menemukan perbedaan pencatatan voucher parkir dengan laporan yang diterima.
“Memang ada perbedaan pencatatan terkait voucher parkir tersebut dengan laporan yang saya terima,” ujarnya.
Namun, berdasarkan keterangan yang ada, temuan tersebut belum dinyatakan sebagai pungli yang terbukti. Pemeriksaan masih menjadi dasar untuk menelusuri dugaan penarikan setoran tunai dan perbedaan pencatatan dalam pengelolaan parkir.
Eri Sebut Ada Dugaan Setoran Dua Kali
Eri mengatakan persoalan itu bermula dari laporan terkait pengelolaan parkir di halaman tempat usaha. Menurutnya, terdapat dugaan penarikan setoran dua kali, yakni untuk parkir di tepi jalan umum (TJU) dan parkir di lahan persil atau tempat usaha.
“Itu diawali dari juru parkir yang mengelola halaman parkir di tempat usaha. Namun, ditarik dua kali. Yang di tepi jalan umum ditarik, yang berada di tempat usaha juga ditarik. Dan penarikan ini langsung berupa setoran uang,” kata Eri.
Eri mengapresiasi jukir yang berani menyampaikan persoalan tersebut. Dia meminta laporan itu menjadi pintu masuk untuk membenahi pengelolaan parkir sekaligus memastikan sistem pembayaran berjalan sesuai ketentuan.
Eri juga kembali menegaskan pembayaran parkir di Surabaya harus dilakukan secara non-tunai, termasuk melalui QRIS.
“Saya masih banyak melihat pembayaran yang dilakukan secara tunai. Saya juga sudah menyampaikan hal ini kepada Trio,” tegasnya.
Eri Ancam Ganti Petugas
Eri meminta seluruh persoalan tersebut diperiksa. Jika ditemukan pelanggaran dan sistem tidak kunjung diperbaiki, dia menyatakan akan mengganti petugas yang terlibat.
“Kalau kondisi seperti ini tidak bisa diperbaiki, apalagi jika ada pemeriksaan dari kepolisian, semuanya akan saya ganti. Sudah, ini periksa dan ganti orang, mulai dari nol, dengan sistem yang baru,” ujarnya.
Ancaman tersebut berlaku mulai dari internal Dishub, pengawas hingga jukir. Eri secara khusus menegaskan jukir yang masih menerima pembayaran tunai akan diganti.
“Kalau jukir hari ini tidak menggunakan non-tunai, masih menerima uang cash, langsung saya ganti orang lain,” katanya.
Eri bahkan membuka opsi melibatkan anak muda Surabaya untuk menggantikan jukir yang tidak menjalankan sistem pembayaran sesuai ketentuan.
“Saya ingin anak-anak muda Surabaya yang saya minta untuk mengganti. Ayo, ini Surabaya rumah kita. Jadi, mari kita jaga Surabaya bersama-sama,” pungkasnya. (cit)
