KILASJATIM.COM, Bondowoso — Semarak Hari Jadi ke-207 Kabupaten Bondowoso (HARJABO) semakin terasa melalui Pawai Budaya yang menghadirkan beragam seni, tradisi, dan kekayaan daerah. Mengusung tema “Harmoni Budaya dan Geopark Menuju Indonesia Berdaulat”, kegiatan ini menjadi panggung bagi generasi muda sekaligus momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya dan alam Bondowoso.
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengajak seluruh masyarakat menjadikan HARJABO ke-207 sebagai momentum untuk mengenang perjalanan sejarah daerah sekaligus meneruskan semangat para pendiri Bondowoso.
Menurutnya, perjalanan Bondowoso tidak dapat dipisahkan dari sosok Raden Bagus Asra atau Ki Bagus Asra, yang pada 1819 ditunjuk sebagai pemimpin pertama Negeri Bondowoso oleh Bupati Besuki.
Dengan keberanian, kearifan, dan kerja keras, Ki Bagus Asra membuka wilayah yang sebelumnya berupa hutan hingga menjadi fondasi awal pemerintahan dan peradaban di Bondowoso.
“Semangat pantang menyerah Ki Bagus Asra dan para pendiri daerah harus kita warisi dan teladani bersama dalam mengawal pembangunan Kabupaten Bondowoso saat ini dan di masa depan,” ujar Abdul Hamid Wahid. Rabu 26/8/2026.
Generasi Muda Tampil Lestarikan Budaya
Pawai Budaya HARJABO ke-207 turut melibatkan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA.
Para pelajar tampil membawa beragam ekspresi seni dan budaya lokal, termasuk Tari Singo Ulung dan Tari Topeng Konah. Keterlibatan mereka menjadi gambaran bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan budaya Bondowoso.
Tak hanya budaya, kekayaan alam Bondowoso melalui Ijen UNESCO Global Geopark juga menjadi bagian penting dari semangat yang diangkat dalam pawai.
Budaya dan Geopark dinilai memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi penerus sekaligus memperkuat daya saing daerah. Upaya tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Bondowoso dalam RPJMD 2025–2029 untuk mewujudkan Bondowoso yang tangguh, unggul, berdaya saing global, dan berbudaya dalam bingkai keimanan dan ketakwaan.
Jaga Kebersihan dan Keselamatan
Di tengah kemeriahan pawai, Bupati Abdul Hamid Wahid juga mengajak masyarakat menjaga ketertiban, kebersihan, dan keselamatan selama kegiatan berlangsung.
Masyarakat diimbau memberikan ruang dan apresiasi kepada seluruh peserta dengan tertib, tidak membuang sampah sembarangan, serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga, khususnya anak-anak.
“Perayaan HARJABO ke-207 harus menjadi pengingat untuk meningkatkan rasa persaudaraan dan kebersamaan. Mari kita berkolaborasi dan mendukung seluruh peserta,” pesannya.
Bagi masyarakat Bondowoso, pawai budaya bukan sekadar tontonan. Di balik kemeriahan dan berbagai penampilan yang disuguhkan, terdapat pesan untuk terus merawat identitas daerah, menghargai sejarah, melestarikan budaya, serta menjaga kekayaan alam.
Bupati secara resmi melepas Pawai Budaya Hari Jadi ke-207 Kabupaten Bondowoso.
Pawai pun bergerak dalam suasana penuh semangat. Harmoni budaya dan kekayaan alam yang ditampilkan menjadi cerminan semangat Bondowoso untuk terus melangkah maju tanpa meninggalkan akar sejarah dan jati diri daerah.(wan)
