KILASJATIM.COM, Sumenep – Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama mengingatkan mahasiswa agar tidak apatis terhadap politik. Menurutnya, generasi muda punya peran penting dalam menjaga demokrasi sekaligus persatuan bangsa.
Pesan itu disampaikan Ning Lia, sapaan Lia Istifhama, saat berdialog dengan civitas akademika Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep. Dialog tersebut diikuti sejumlah dosen dan ratusan mahasiswa.
Ning Lia mengatakan politik tidak seharusnya hanya dipandang sebagai urusan elite atau kepentingan pribadi. Mahasiswa sebagai calon pemimpin perlu mulai memahami dan mengambil bagian dalam proses demokrasi.
“Kalau bicara kedaulatan, itu ada di tangan rakyat,” kata Ning Lia.
Menurut dia, sikap apatis dan pesimistis terhadap politik justru bisa membuat generasi muda menjauh dari proses pengambilan keputusan yang menentukan masa depan bangsa.
Karena itu, mahasiswa didorong tidak sekadar menjadi penonton. Mereka perlu memiliki kepedulian terhadap persoalan publik sekaligus menjaga persatuan di tengah perbedaan masyarakat.
“Kalian calon pemimpin. Sekarang pemuda, kelak kalian adalah pemimpin,” ujarnya.
Ning Lia juga menyoroti pentingnya membangun kepercayaan anak muda terhadap politik dan pemerintahan. Menurut dia, kepercayaan tersebut tidak cukup dibangun lewat ajakan, tetapi harus ditunjukkan melalui keteladanan para pemangku kepentingan.
Pihak yang terlibat dalam pemerintahan maupun politik, kata dia, harus mampu memberikan contoh demokrasi yang baik kepada masyarakat.
“Kalau kita berada dalam unsur pemerintahan, kita harus memberikan uswatun hasanah dan pemahaman tentang demokrasi yang baik,” tuturnya.
Ning Lia mengaku memiliki perhatian khusus terhadap cara generasi muda memandang politik. Sebagai ibu yang memiliki anak dari generasi Z, ia berharap anak-anak muda tumbuh dengan kepedulian terhadap kehidupan demokrasi, bukan justru menjauhinya.
“Jangan sampai anak-anak saya berada di lingkungan yang apatis terhadap politik. Justru mari kita ambil posisi dalam demokrasi ke depan,” katanya.
Kehadiran Ning Lia di Unija Sumenep menjadi bagian dari upayanya membangun komunikasi langsung dengan mahasiswa. Ia berharap dialog serupa dapat dilakukan di berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur.
Bagi Ning Lia, pertemuan dengan mahasiswa bukan hanya ruang menyerap aspirasi, tetapi juga kesempatan memberikan gambaran yang lebih positif tentang politik.
“Saya berharap bukan hanya di Kampus Wiraraja. Di kampus mana pun ketika saya bertemu mahasiswa, semoga saya bisa memberikan kesan yang baik tentang dunia politik,” pungkasnya. (FRI)
