5 Siswi SMA Al Hikmah Surabaya Raih Gold Medal di Kompetisi Sains Internasional WSEEC 2026

oleh -21 Dilihat
Istimewa

KILASJATIM.COM, Surabaya – Lima siswi SMA Swasta Al Hikmah Surabaya berhasil meraih prestasi internasional dalam ajang World Science, Environment, and Engineering Competition (WSEEC) 2026.

Kelima siswi tersebut meraih Gold Medal melalui inovasi briket tempurung kelapa yang dikembangkan untuk menghasilkan bahan bakar dengan waktu penyalaan lebih cepat sekaligus memiliki ketahanan mekanis yang baik.

Lima siswi itu yakni Anindhira Diyanah Bachtiar, Nadia Shakila Rizkia Aziza, Jasmine Dini Aminati, Marvelita Amaryllis, dan Alya Vania Putri.

Mereka mengusung penelitian berjudul “ROSCO BRIQ: Improving Ignition Efficiency and Mechanical Durability of Coconut Briquettes Using Gum Rosin Bio Binder”.

Anindhira menjelaskan, briket tempurung kelapa saat ini banyak dimanfaatkan sebagai salah satu bahan bakar terbarukan. Namun, berbagai formulasi briket masih menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan kecepatan penyalaan dan ketahanan mekanis.

“Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa bahan tambahan berbasis resin pinus (gum rosin) dapat meningkatkan kinerja penyalaan. Namun dampaknya terhadap ketahanan mekanis briket tempurung kelapa masih belum banyak diteliti,” ujar Anindhira, Senin (17/8/2026).

Melalui penelitian tersebut, kelima siswi menguji efektivitas gum rosin sebagai bahan pengikat hayati (bio-binder) terbarukan.

Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi pembakaran sekaligus memperkuat ketahanan mekanis briket berbahan tempurung kelapa.

Kinerja briket kemudian dievaluasi berdasarkan sejumlah parameter, seperti waktu penyalaan, ketahanan terhadap benturan atau shatter resistance, kadar air, kadar abu, dan nilai kalor.

Hasil penelitian menunjukkan formulasi dengan 1,5 gram gum rosin memberikan kinerja paling optimal.

Formulasi tersebut menghasilkan ketahanan benturan dan nilai kalor tertinggi, sekaligus kadar abu terendah.

Selain itu, penggunaan gum rosin mampu mempercepat waktu penyalaan briket dari sebelumnya 5 menit 10 detik menjadi 4 menit 27 detik.

“Temuan ini menunjukkan bahwa gum rosin merupakan bahan pengikat hayati terbarukan yang menjanjikan dan mampu meningkatkan efisiensi pembakaran serta ketahanan mekanis secara bersamaan,” kata Anindhira.

Baca Juga :  Ini Daftar Nama Para Penumpang Lion Air JT 610

Menurut dia, inovasi tersebut dapat menjadi solusi dalam menghasilkan briket tempurung kelapa yang lebih kuat, lebih cepat menyala, dan memiliki daya saing untuk kebutuhan komersial.

Ia menilai penelitian tersebut relevan karena briket biomassa semakin banyak dikembangkan sebagai bahan bakar padat yang lebih ramah lingkungan sebagai alternatif batu bara dan minyak bumi.

Bahan baku briket tersebut juga berasal dari limbah organik, salah satunya tempurung kelapa, yang dipadatkan menjadi bahan bakar.

Diikuti 256 Tim dari 10 Negara

WSEEC 2026 merupakan kompetisi internasional yang mempertemukan pelajar dan peneliti muda dari berbagai negara untuk mempresentasikan karya di bidang sains, lingkungan, dan rekayasa.

Tahun ini, kompetisi tersebut diikuti 256 tim dari 10 negara, antara lain Indonesia, Kanada, China, Iran, Korea Selatan, Meksiko, Singapura, Thailand, dan Amerika Serikat.

Kepala SMA Swasta Al Hikmah Surabaya Ansari Setyo Prabowo mengapresiasi prestasi yang diraih kelima siswinya.

Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan bahwa siswa tidak hanya mampu berprestasi secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.

“Prestasi ini tentu membanggakan bagi sekolah dan menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berani meneliti, berinovasi, dan menghasilkan karya yang bermanfaat,” ujar Ansari.

Ia menegaskan, sekolah akan terus memberikan ruang dan dukungan bagi siswa untuk mengembangkan potensi melalui penelitian dan inovasi.

Dengan demikian, prestasi serupa diharapkan dapat terus lahir dan membawa nama SMA Al Hikmah Surabaya ke tingkat nasional maupun internasional.(Den)