KILASJATIM.COM, Bekasi – Upaya memperkuat ekosistem energi bersih terus dilakukan PLN Nusantara Power (PLN NP). Menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia, PLN NP meresmikan _Hydrogen Refueling Station_ (HRS) Merah Putih 3.0 di Unit Pembangkitan (UP) Muara Tawar, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8).
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah mengatakan, perjalanan pengembangan HRS Merah Putih merupakan bagian dari langkah PLN NP membangun ekosistem hidrogen secara bertahap, mulai dari pengembangan teknologi hingga pemanfaatannya.
“Melalui ekosistem ini, kita ingin membuktikan bahwa hidrogen bukan sekadar komoditas energi masa depan. Hidrogen dapat menjadi penghubung antara pembangkitan energi bersih, penyimpanan energi, penyediaan listrik, dan mobilitas rendah emisi,” ujar Ruly.
HRS Merah Putih 3.0 menjadi fasilitas pengisian hidrogen generasi ketiga yang dikembangkan secara internal oleh PLN NP. Fasilitas ini memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 70 persen, yang mencakup sejumlah _equipment_ , instalasi, hingga jasa. Tingginya kandungan dalam negeri tersebut menjadi bagian dari upaya PLN NP memperkuat penguasaan teknologi sekaligus kompetensi nasional di bidang hidrogen.
Berada di salah satu pembangkit strategis PLN NP dengan kapasitas terpasang 2.725 MW, HRS Merah Putih 3.0 Muara Tawar terintegrasi dengan _Green Hydrogen Plant_ yang memanfaatkan dukungan PLTS dan energi terbarukan tersertifikasi. Fasilitas tersebut dirancang menghasilkan sekitar 7,9 ton hidrogen per tahun, dengan sebagian dimanfaatkan untuk kebutuhan internal pembangkit dan surplusnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan energi di luar pembangkit.
HRS Merah Putih Muara Tawar merupakan kelanjutan dari pengembangan HRS Merah Putih 1.0 di Muara Karang pada 2024 dan HRS Merah Putih 2.0 di Rembang pada 2025. Selain itu, PLN NP juga mengembangkan Mobile HRS yang dapat dipindahkan sesuai kebutuhan untuk mendukung fleksibilitas pemanfaatan hidrogen.
Pengembangan tersebut memungkinkan rantai pemanfaatan hidrogen berlangsung secara terintegrasi, mulai dari produksi menggunakan energi bersih, penyimpanan dan kompresi, hingga pengisian kendaraan. Hidrogen yang dihasilkan juga dapat dikonversi kembali menjadi listrik melalui teknologi _fuel cell._
Direktur Energi Baru Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Ir. Senda Hurmuzan Kanam, M.Sc. mengatakan, pengembangan fasilitas hidrogen seperti HRS Muara Tawar menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan ekosistem hidrogen Indonesia sekaligus mendukung target _Net Zero Emission_ (NZE) 2060.
“Kegiatan hari ini diharapkan dapat mendukung target NZE yang diharapkan pada 2060. Salah satunya melalui pembangunan _Green Hydrogen Corridor_ Jakarta–Karawang–Patimban sepanjang 194 kilometer. HRS Muara Tawar ini akan menjadi salah satu bagian dari koridor tersebut dan diharapkan dapat mendukung pengembangan ekosistem hidrogen, khususnya untuk transportasi,” ujar Senda.
Menurut Senda, pengembangan hidrogen membutuhkan sinergi antara kesiapan teknologi, industri, infrastruktur, pemanfaatan, hingga pasar. Karena itu, kehadiran HRS Muara Tawar menjadi salah satu langkah konkret untuk memperkuat pengalaman dan kapasitas nasional dalam pengembangan energi hidrogen.
Pengembangan HRS Merah Putih merupakan bagian dari roadmap PLN NP dalam membangun ekosistem hidrogen terintegrasi. Selain infrastruktur pengisian, PLN NP terus mengembangkan produksi _green hydrogen_ , kendaraan berbasis hidrogen, serta teknologi pemanfaatan hidrogen untuk pembangkitan. Hingga saat ini, PLN NP juga telah mengembangkan delapan _Green Hydrogen Plant_ dan berbagai teknologi pemanfaatan hidrogen.
Kehadiran HRS Merah Putih Muara Tawar sekaligus menegaskan peran PLN NP dalam mendorong inovasi energi bersih berbasis kemampuan dalam negeri. Dengan TKDN lebih dari 70 persen dan pengembangan teknologi secara internal, fasilitas ini diharapkan menjadi salah satu pijakan dalam memperluas pemanfaatan hidrogen sekaligus mendukung percepatan pencapaian _Net Zero Emission_ 2060.
Rangkaian peresmian HRS Merah Putih Muara Tawar ditandai dengan simulasi pengisian hidrogen ke kendaraan hidrogen, pelepasan uji jalan mobil hidrogen-listrik, dan kunjungan lapangan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan _talkshow_ yang membahas pengembangan ekosistem hidrogen dan transportasi bersih. (nov)
