KILASJATIM.COM, Surabaya – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 14 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memperkuat pemberdayaan warga RW 05 Kelurahan Nyamplungan melalui tiga program utama, yakni skrining kesehatan, pelatihan public speaking, serta gerakan hidup aktif dan kebugaran.
Kegiatan yang berlangsung 24 Juli hingga 14 Agustus 2026 tersebut melibatkan mahasiswa yang dikoordinasikan Aditya sebagai Ketua Kelompok 14, dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Puspandam Katias.
Program kesehatan berupa pemeriksaan dan skrining warga serta senam bersama diarahkan untuk meningkatkan kesadaran preventif dan kebiasaan hidup aktif. Sedangkan pelatihan public speaking yang dipandu Amalia Putri menyasar pemuda dan warga untuk meningkatkan kepercayaan diri serta kemampuan berkomunikasi.
Puspandam Katias mengatakan, KKN harus diarahkan pada manfaat nyata, bukan sekadar menyelesaikan rangkaian kegiatan. “KKN seharusnya bergerak dari aktivitas menuju manfaat. Mahasiswa perlu memahami kebutuhan masyarakat, membangun kolaborasi, kemudian memastikan setiap kegiatan memiliki nilai yang dapat dirasakan warga,” terang Puspandam Katias.
Program tersebut juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan, SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, serta SDG 17 tentang kemitraan.
Dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program.
Ketua RW 05 Nyamplungan, Usman, berperan sebagai fasilitator sekaligus mentor lokal yang membantu mahasiswa beradaptasi, membangun komunikasi dengan warga, dan menjalankan kegiatan di lingkungan RW.
Kolaborasi mahasiswa, DPL, pengurus RW, dan masyarakat menjadi modal agar program tidak berlangsung satu arah. Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat semangat kemitraan dalam SDG 17.
Ditambahkan Puspandam, keberhasilan KKN tidak cukup diukur dari jumlah program yang terlaksana, tetapi dari perubahan yang ditinggalkan setelah mahasiswa kembali ke kampus. “Ukuran yang lebih bermakna adalah ketika kegiatan mampu menumbuhkan pengetahuan, kesadaran atau kebiasaan positif yang tetap hidup di masyarakat setelah mahasiswa menyelesaikan KKN. Pada titik itulah kegiatan mulai bergerak dari output menuju impact,” tambah Puspandam.
Melalui program tersebut, KKN Kelompok 14 Unusa menargetkan terbentuknya warga yang semakin sadar kesehatan dan aktif menjaga kebugaran, sekaligus pemuda dan masyarakat yang lebih percaya diri menyampaikan gagasan.(tok)
