Taiwan Incar Wisatawan Indonesia, Surabaya Jadi Pasar Strategis

oleh -246 Dilihat
Oleh
Frizal
Reporter

KILASJATIM.COM, Surabaya – Taiwan kembali mengincar pasar wisatawan Indonesia dengan memperkuat promosi pariwisata menjelang libur akhir tahun dan Tahun Baru. Seiring meningkatnya minat wisatawan Indonesia, peluang dibukanya kembali penerbangan langsung Surabaya-Taiwan pun kembali mengemuka.

Director General Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Surabaya, David Lin, mengatakan Surabaya menjadi salah satu pasar prioritas karena memiliki potensi besar, baik dari sektor wisata maupun bisnis.

“Surabaya merupakan pasar penting dengan potensi pariwisata dan bisnis yang kuat,” kata David Lin di sela Taiwan Tourism Workshop di Sheraton Surabaya Hotel & Tower, Kamis (13/8/2026).

Menurut David, rute penerbangan langsung Surabaya-Taiwan sebenarnya pernah beroperasi. Namun, pembukaannya kembali masih bergantung pada pertimbangan maskapai dan tingginya permintaan pasar.

Meski demikian, Taiwan Tourism Administration akan terus berkolaborasi dengan maskapai penerbangan dan pelaku industri pariwisata untuk meningkatkan jumlah wisatawan asal Indonesia.

“Kami berharap seiring berkembangnya pasar, akan ada lebih banyak peluang untuk memperkuat konektivitas udara antara Taiwan dan Surabaya,” ujarnya.

Indonesia Jadi Pasar Potensial

Taiwan melihat Indonesia sebagai salah satu pasar wisata yang terus bertumbuh. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perjalanan wisata luar negeri warga Indonesia sepanjang 2025 mencapai 9,16 juta perjalanan.

Melihat potensi tersebut, Taiwan Tourism Administration membawa 16 institusi yang terdiri dari maskapai penerbangan, agen perjalanan, hingga asosiasi pariwisata dalam rangkaian promosi selama tujuh hari enam malam di Indonesia.

Kegiatan diawali dengan Taiwan Tourism Workshop di Surabaya, kemudian dilanjutkan Taiwan Travel Fair di Lippo Mall Puri, Jakarta, pada 14-16 Agustus 2026.

Surabaya dipilih sebagai kota pembuka karena dinilai memiliki pertumbuhan kelas menengah yang pesat serta pasar wisata dan bisnis yang menjanjikan.

Baca Juga :  Mandiri Jogja Marathon 2022 Angkat Pariwisata Setempat , Diikuti 6000 Peserta dan Libatkan UMKM Lokal

Perkuat Wisata Ramah Muslim

Selain mendorong konektivitas penerbangan, Taiwan juga terus mengembangkan konsep wisata ramah Muslim untuk menarik lebih banyak wisatawan Indonesia.

Dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 yang diterbitkan Mastercard dan CrescentRating, Taiwan menempati peringkat ketiga bersama Inggris sebagai destinasi non-OIC yang ramah bagi wisatawan Muslim.

David mengatakan pencapaian tersebut didukung oleh bertambahnya restoran bersertifikat halal, hotel ramah Muslim, ruang salat di berbagai destinasi wisata, hingga fasilitas ibadah di pusat transportasi.

“Kami berharap dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih mudah, nyaman, dan ramah bagi wisatawan Muslim selama berada di Taiwan,” katanya.

Perkuat Kerja Sama Industri Pariwisata

Sementara itu, Director Taiwan Tourism Information Center di Jakarta, Abe Chou, mengatakan promosi Taiwan di Indonesia tidak hanya menyasar calon wisatawan, tetapi juga mempererat kerja sama antarpelaku industri pariwisata kedua negara.

Melalui Taiwan Tourism Workshop, pelaku usaha pariwisata Taiwan dan Indonesia dipertemukan dalam agenda business matching untuk memperluas peluang kerja sama.

Menurut Abe, Taiwan menawarkan beragam pengalaman wisata, mulai panorama Alishan, Sun Moon Lake, pemandian air panas, pasar malam, wisata kuliner, hingga kekayaan budaya lokal.

“Keberagaman destinasi, kemudahan akses, serta lingkungan yang ramah menjadi daya tarik utama Taiwan bagi wisatawan Indonesia,” pungkasnya. (FRI)