Realisasi Anggaran Dinkes Bondowoso Tembus 40 Persen, BLUD Diproyeksikan Tambah Rp1,1 Miliar

oleh -346 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bondowoso mendapat apresiasi dari Komisi IV DPRD Bondowoso. Hingga semester pertama 2026, realisasi anggaran Dinkes tercatat mencapai 35,6 persen dan terus bergerak naik hingga menembus lebih dari 40 persen pada akhir Juli.

Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi Dinkes Bondowoso untuk mengejar target hingga akhir tahun. Bahkan, dalam pembahasan perubahan anggaran 2026, Dinkes optimistis masih mampu meningkatkan capaian sekaligus menggenjot pendapatan melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, dr. Moch. Jasin, mengatakan apresiasi dari Komisi IV menjadi motivasi bagi jajarannya untuk menjaga kinerja sekaligus memastikan program-program kesehatan berjalan sesuai target.

“Alhamdulillah, kami mendapat apresiasi dari Komisi IV terkait realisasi pendapatan maupun realisasi anggaran. Sampai semester pertama, serapan anggaran kami mencapai 35,6 persen dan sampai akhir Juli sudah di atas 40 persen,” kata dr. Moch. Jasin.

Menurutnya, capaian tersebut membuat pihaknya tetap optimistis terhadap prognosis pendapatan dan realisasi anggaran hingga penghujung 2026. Dalam perubahan anggaran, Dinkes juga memproyeksikan tambahan target pendapatan sebesar Rp1,1 miliar dari BLUD.

“Kami optimistis pendapatan bisa terus meningkat. Untuk perubahan anggaran 2026, kami menambahkan target pendapatan dari BLUD sebesar Rp1,1 miliar. Untuk realisasi anggaran, kami juga optimistis bisa lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya,” jelasnya.

Tak berhenti pada evaluasi 2026, Dinkes Bondowoso juga mulai menyiapkan sejumlah program prioritas untuk 2027. Salah satu yang menjadi perhatian adalah keberlanjutan pembangunan Puskesmas Tegalampel.

Program tersebut diharapkan dapat memperkuat akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Tegalampel.

Selain pembangunan Puskesmas Tegalampel, Dinkes juga merancang penataan pelayanan kesehatan di Kecamatan Maesan. Penyatuan pelayanan tersebut diarahkan untuk menciptakan efisiensi, baik dari sisi pengelolaan sumber daya maupun operasional.

Baca Juga :  Dengar Keluhan Warga, Sutriyono Siap Dorong Anggaran Infrastruktur dan Pesantren

“Kami juga merencanakan penyatuan pelayanan di Puskesmas Maesan. Harapannya nanti bisa lebih efisien terhadap sumber daya, baik sumber daya manusia maupun penggunaan listrik,” ungkapnya.

Dengan capaian realisasi yang terus meningkat serta sejumlah program strategis yang disiapkan, Dinkes Bondowoso menatap perubahan anggaran 2026 dan perencanaan 2027 dengan optimisme. Fokusnya bukan hanya mengejar serapan anggaran, tetapi memastikan setiap anggaran yang dialokasikan benar-benar berdampak terhadap peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat Bondowoso.(wan)