Dokter Baru Unusa Diminta Jaga Integritas di Era AI

oleh -307 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) melantik dan mengambil sumpah dokter baru Fakultas Kedokteran (FK) Unusa, Kamis (13/8/2026). Di tengah pesatnya perkembangan artificial intelligence (AI) dan teknologi kesehatan, para dokter baru diminta tetap mengedepankan integritas, adab, dan empati dalam memberikan pelayanan.

Rektor Unusa, Prof. Tri Yogi Yuwono, menegaskan sumpah dokter bukan sekadar formalitas, melainkan janji moral yang harus dijaga sepanjang menjalankan profesi. “Profesi dokter harus kalian dudukkan sebagai sebuah panggilan kemanusiaan, bukan alat mengejar materi semata,” terang Prof. Tri Yogi Yuwono.

Ia menitipkan enam karakter kepada dokter lulusan Unusa, yakni integritas, adab, sopan santun, empati, solidaritas, dan menghormati sesama. Menurutnya, kompetensi klinis harus berjalan seiring dengan akhlak dan kepedulian terhadap pasien. “Pasien adalah amanah kudus, bukan beban,” tegasnya.

Prof. Tri Yogi juga mengingatkan para dokter baru agar mampu beradaptasi dengan perkembangan AI, telemedicine, genomik, big data, dan teknologi kesehatan lainnya. Namun, teknologi tidak boleh menghilangkan sentuhan kemanusiaan dalam praktik kedokteran. “Teknologi medis akan terus berubah, penyakit baru akan terus muncul, namun esensi kemanusiaan dari seorang dokter tidak akan pernah bisa digantikan oleh teknologi secanggih apa pun,” katanya.

Menurut Prof. Tri Yogi, dokter masa depan harus menjadi pembelajar sepanjang hayat dengan terus memperbarui kompetensi mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ia juga meminta para dokter baru yang akan menjalani internship dan mengabdi di berbagai fasilitas kesehatan untuk menjaga nama baik almamater. “Di mana pun kalian ditempatkan, jaga nama baik almamater Unusa. Kibarkan bendera Unusa melalui prestasi, dedikasi, dan akhlakul karimah yang kalian tunjukkan kepada masyarakat,” pesan Prof. Tri Yogi.

Baca Juga :  Libur Hari Waisak, Lonjakan Kendaraan Menuju Timur Trans-Jawa Capai 83 Ribu Unit

Pelantikan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Unusa untuk menegaskan bahwa kemajuan teknologi kedokteran harus tetap berpijak pada nilai kemanusiaan. Para dokter baru diharapkan mampu menggabungkan kompetensi, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, serta kepedulian terhadap pasien dalam menjalankan pengabdian.(tok)